James Cook Pernah Keluyuran di Batavia

By Mahandis Yoanata Thamrin, Sabtu, 4 Mei 2019 | 08:00 WIB
Replika HMS Endeavour di pelabuhan Cooktown, tak jauh dari muara Sungai Endeavour. James Cook dan Endeavour pernah buang sauh di sini selama tujuh minggu pada 1770. (John Hill/Wikimedia)

Pemandangan gerbang Klenteng Jin De Yuan yang berlatar observatorium milik J. M. Mohr di kawasan Glodok, Batavia. Karya lukis Johannes Rach, sekitar 1768-1775. (Johannes Rach/Perpustakaan Nasional RI)

Reruntuhan bangunan di Pulau Onrust, Teluk Jakarta. Endeavour pernah diperbaiki di sini pada pelayaran pertama Kapten James Cook, akhir 1770. Dia memuji, bengkel kapal ini yang terbaik di Asia. (Mahandis Y. Thamrin/National Geographic Indonesia)
 
Pada abad ke-18, sebuah kubah observatorium berlantai enam milik Johan Maurits Mohr memang telah menjadi penanda kota yang berlokasi di kawasan Glodok, tak jauh dari Klenteng Jin De Yuan.

Sejak Endeavour berjejak di Batavia hingga minggu-minggu terakhir pelayarannya menuju Eropa, sebanyak 30 dari 94 pelautnya tewas—di Batavia atau dalam perjalanan—karena desentri dan malaria.

James Cook tak pernah berkunjung ke Batavia lagi, bukan lantaran kenangan buruk atas kota itu, melainkan dia tewas saat perseteruan dengan pribumi Hawaii, pada 1779. Tragisnya, jasad Cook dipanggang untuk memudahkan suku setempat mengupas dagingnya, dan kerangkanya diawetkan sebagai ikon religius.