15 Kiat Menjadi Pejalan Bijak, Memaknai Hasrat Penjelajahan

By Fikri Muhammad, Senin, 6 April 2020 | 15:12 WIB
FOTOGRAFI OLEH MATTHEW KARSTEN, NATIONAL GEOGRAPHIC YOUR SHOT ()

Cobalah untuk bergaul dengan penduduk setempat. Selain menambah wawasan, biasanya mereka tak segan-segan untuk membantu kita. Berbaur dengan penduduk dapat menjamin kenyamanan dan keselamatan kita. 

7. Percaya pada naluri, jangan ragu

Ketika kita merasa tersesat atau bingung cobalah untuk tenang dan percaya pada naluri kita. Terkadang kita tahu mana pilihan yang tepat dan yang tidak dari kata hati yang berbicara. 

Fokuskan pada niat yang baik, niscaya dalam perjalanan yang sulit akan menemukan titik terang penyelamatan. 

8. Tidak mengabaikan potensi bahaya

Setiap perjalanan pasti memiliki resiko yang menancam, entah itu yang disebabkan oleh mahluk hidup maupun alam. Tetap waspada dengan segala kemungkinan agar terlindung dari segala marabahaya.

9. agikan momen bermanfaat

Perjalanan yang kita emban pasti memiliki kisah. Sebagai pejalan bijak, bagikanlah momen-momen bermanfaat yang bisa dibagikan kepada orang lain. Tampilkan di media sosial dan berikan narasi yang pas dengan foto atau video yang dipublikasikan. 

10. Mendalami toleransi

Pawai lebaran ketupat diikuti oleh beberapa pemuka agama mengiring gunungan ketupat pada rutial budaya lebaran ketupat di Jalan Pandeyan, Umbulharjo, Yogyakarta, 26 Juli 2015. Rombongan pemuka agama ini melambangkan kerukunan antar umat beragama. TEMPO/Pius Erlangga ()

Bertemu dengan berbagai orang dari suku, agama, ras, dan kepercayaan yang berbeda-beda membuat kita mengerti akan makna toleransi. Dalami hal itu sehingga sekembalinya kita ke tempat asal, kita bisa melihat permasalahan dari sisi lain. 

11. Tak hanya kabur dari rutinitas, tapi mendapat pengalaman baru