Potret Kehidupan dan Harapan Para Perempuan Muda di Jalur Gaza

By National Geographic Indonesia, Minggu, 23 Mei 2021 | 12:00 WIB
Yara dan teman-temannya menyiapkan nomor tarian saat listrik padam. Bahan bakar langka di Gaza dan banyak keluarga hanya menerima enam sampai delapan jam listrik sehari. (Monique Jaques)

 

Sebagian besar gadis yang dia potret tidak pernah pergi ke luar Gaza, tapi kebanyakan mereka semua ingin pergi, jika hanya untuk waktu yang singkat. "Aku berharap aku bisa pergi sehari saja ke tempat di mana tidak ada orang yang mengenalku," salah satu gadis itu kepada Jaques.

Meskipun mengalami kesulitan, Jaques memutuskan untuk lebih berfokus pada saat-saat kegembiraan, harapan, dan kekuatan yang dapat ditemukan di lingkungan dengan kehidupan terbatas dan terus terkoyak itu.

Ia mendokumentasikan para wanita muda di waktu-waktu pribadi mereka, tapi juga sebagai anggota masyarakat— bekerja sebagai petugas polisi dan dokter, pergi ke sekolah, bersosialisasi di sebuah kafe.

Ia telah dikritik oleh beberapa orang, karena menggeser fokus dari penderitaan yang sedang dialami warga Gaza. Tapi Jaques bertekun dengan fotografi dan mengumpulkan cerita. "Masih banyak lagi selain gambar perang," katanya. "Gadis-gadis ini memiliki kehidupan yang sangat kaya. Mereka bekerja, pergi ke sekolah, dan memiliki harapan serta impian."

 

Baca Juga: Apa yang Bisa Kita Ketahui Tentang Roket Gaza untuk Melawan Israel

Di sebuah teater di Kota Gaza, para wanita menampilkan cerita untuk khalayak wanita yang secara eksklusif memperluas tradisi cerita lisan yang kaya di Gaza. Topik meliputi cinta, pernikahan, persahabatan dan keluarga. (Monique Jaques)

 

Wanita muda berlatih berada di kepolisian. Hamas membanggakan diri pada kepolisian perempuannya, yang sangat membantu dengan masalah kekerasan dalam rumah tangga dan penegakan hukum. (Monique Jaques)

 
 
Beberapa jam setelah gencatan senjata diumumkan antara Hamas dan Israel pada tahun 2012, rakyat Kota Gaza mulai membangun kembali. Toko-toko buka dan keluarga pergi untuk menyaksikan kerusakan yang terjadi akibat serangan baru-baru ini. (Monique Jaques)
 

Gadis-gadis menyaksikan matahari terbenam di pelabuhan Kota Gaza. (Monique Jaques)