Ternyata, Pemakaman Korban Black Death Dilakukan Secara Hati-hati

By Afkar Aristoteles Mukhaer, Jumat, 18 Juni 2021 | 20:54 WIB
Perawatan pasien yang terpapar wabah Black Death di gereja paroki All Saint, Cambridge. (Mark Gridley)

Nationalgeographic.co.id - Pagebluk mengancam banyak jiwa dalam sejarah peradaban manusia, seperti Covid-19 saat ini dan Black Death pada pertengahan abad ke-14. Pada masa Black Death, pagebluk itu menewaskan sekitar 40--60 persen populasi di Eropa.

Akan tetapi, membuktikan kejadian Black Death bukanlah hal yang mudah. Pasalnya, pagebluk  membunuh begitu cepat dan tak meninggalkan jejak pada kerangka. Situasi itu cuma terekam dalam catatan sejarah. Sedangkan berdasarkan bukti arkeologis hanya bisa teridentifikasi lewat jenazah yang dikubur secara massal dari penanggalan waktu kejadian.

Walau demikian, sebenarnya tak menutup kemungkinan bila sebagian besar korban pagebluk dikubur secara individual, meski masih sulit dikonfirmasi kebenarannya.