Kisah Cinta Terpendam 1.500 Tahun Pangeran Persia dan Putri Korea
Mugunghwa kkochi pieotseumnida.
Nationalgeographic.co.id—Penggalan kalimat permainan red light and green light pada drama Squid Games menjadi booming bukan saja di Asia melainkan seluruh dunia. Baru-baru ini drama Korea besutan Hwang Dong Hyuk sukses menduduki posisi tiga besar di trending Netflix Indonesia. Korea khususnya Korea Selatan mampu menembus pasar dunia dengan memasukkan unsur kebudayaan secara perlahan, ini-lah yang sering disebut sebagai Korean wave.
Dalam sebuah karya ilmiah tulisan Indah Chartika Sari dan Ahmad Jamaan dari Universitas Riau Kampus Bina Widya yang berjudul Hallyu Sebagai Fenomena Transnasional, menyatakan bahwa Hallyu atau Korean wave merupakan fenomena gelombang kebudayaan Korea Selatan yang terdiri dari beberapa konten-konten kebudayaan, seperti, K-Drama, K-Pop dan K-Fashion. Namun, drama Korea sangat berbeda dengan drama di Indonesia
“Drama di Indonesia sangat menjemukan dan jalan ceritanya tidak jelas. Berbeda dengan drama Korea yang satu season terdiri dari beberapa episode saja. Sehingga cerita akan lebih beragam, membuat orang penasaran dan menunggu.” Tutur Yan Wijaya, seorang pengamat film Indonesia.
Drama Korea yang dinantikan oleh sebagian besar penggemarnya menyajikan berbagai kisah cinta, mulai dari kolosal hingga modern. Namun, ribuan tahun lalu ternyata ada sebuah kisah cinta tidak terungkap dan tersembunyi yang mampu mengubah sejarah.
Berdasarkan kisah cinta tersebut, para sejarawan kembali meneliti sastra klasik Persia kuno berbentuk puisi besar yang ditulis sekitar 500 M. Didalam puisi tersebut terungkap kisah cinta tidak biasa antara pangeran Persia dan putri Korea. Kisah cinta antara pangeran Persia dan putri Korea terjadi sebelum penjelajah Eropa mencapai pantai Korea pada 1653.
Sastra klasik Persia kuno tersebut dikenal dengan nama Kushnameh. Kushnameh bukanlah sebuah penemuan baru tetapi merupakan cerita populer yang terkenal selama 1.500 tahun sejak ditulis.
Kushnameh menceritakan tentang makhluk besar jahat bergading gajah bernama Kus yang meneror keluarga Persia dari generasi ke generasi.
Seorang pangeran muda Persia bernama Abtin terpaksa tinggal di hutan untuk sembunyi dari Kus bertaring sepanjang hidupnya. Satu hal yang membuat Abtin merasa aman adalah sebuah buku ajaib yang mampu memperlihatkan masa depan.