Sejarah Unik Maneki-Neko, Kucing Pembawa Keberuntungan dari Jepang

By Sysilia Tanhati, Selasa, 16 November 2021 | 09:00 WIB
Maneki-neko kini hadir dalam beragam warna dan pose yang disesuaikan dengan kebutuhan. (Joshua Olsen)

Prevalensi patung kucing di Jepang tidak luput dari perhatian dunia. Dalam bukunya Animal Motifs in Asian Art tahun 1927, Katherine M. Ball menggambarkan maneki-neko sebagai “bentuk guna-guna yang sederhana dan populer.”

“Patung ini digunakan sebagai jimat yang dirancang untuk menarik bisnis dan meningkatkan kemakmuran. Ia dapat ditemukan di pintu masuk restoran dan toko. Dengan daya tarik kucing yang lucu dan cakar yang terangkat dapat mengundang pelanggan,” lanjut Ball.

Hampir seabad kemudian, patung ini muncul dengan beragam warna untuk berbagai jenis keberuntungan. Jika Anda khawatir tentang keselamatan lalu lintas, pilihlah patung biru agar tetap aman. Pink menjadi warna untuk mereka yang mencari keberuntungan dalam cinta. Sedangkan emas terkenal untuk menarik kemakmuran.

“Patung-patung ini bukan hanya jimat pelindung,” kata Okuyama. Mereka adalah perantara atau utusan yang menghubungkan dunia dengan dewa. Mereka memiliki kekuatan untuk menyampaikan pesan ke dunia spiritual pada saat kita putus asa dan tertekan.

Belum diketahui pasti bagaimana patung ikonik ini menyebar ke luar Jepang dan menjadi begitu terkenal di seluruh Asia, bahkan seluruh dunia.

Baca Juga: Di Balik Kisah Onna-Bugeisha, Samurai Wanita Jepang yang Gigih

Dengan cakar terangkat yang mengundang dan telinga merah runcing, jimat keberuntungan terkenal ini membawa keberuntungan selama berabad-abad. (Puck Milder)

Menurut Bill Maurer, profesor antropologi di Universtas California, patung-patung itu berasal dari Zaman Meiji (1868–1912). Dalam upaya untuk tampil lebih halus bagi orang barat yang konservatif, pemerintah memberlakukan Ordonansi Moral Publik tahun 1872. Undang-undang tersebut melarang jimat penis yang sering dipajang di tempat-tempat prostitusi. Maneki-neko digunakan sebagai ornamen pengganti. Dan adopsi maneki-neko sebagai jimat kemakmuran segera menyebar ke negara dan komunitas Asia lainnya.

Ledakan budaya pop Jepang tahun 80-an dan 90-an pun memiliki andil dalam penyebaran maneki –neko. Tidak terbatas dalam bentuk patung, maneki-neko pun dapat ditemukan dalam berbagai karaktek multimedia dalam seni, mode, dan video game.

Di mana Anda dapat menemukan maneki-neko? Di toko-toko dan bisnis di seluruh Jepang, maneki-neko dapat ditemukan dalam bentuk aslinya untuk memanggil pelanggan. Museum Seni Manekineko di Okayama menampilkan koleksi lebih dari 700 patung kucing keberuntungan dari berbagai zaman. Kucing juga dirayakan setiap tahun pada bulan September ketika Festival Manekineko diadakan di berbagai kota di seluruh negeri.

Bahkan ada Jalan Manekineko-dori (“Jalan Kucing Pemicu”) di Kota Tokoname, Prefektur Aichi. Di sini Anda dapat melihat puluhan patung kucing keramik menghiasi jalan tersebut. Jika berkunjung ke Tokyo, Anda dapat langsung menuju ke sumbernya di Gōtoku-ji yang dipenuhi kucing atau mengunjungi Kuil Imado, yang juga menjual patung-patung kucing ini.

Sedangkan di Amerika Serikat, mereka yang mencari peruntungan dapat mengunjungi Museum Kucing Keberuntungan Ohio di Cincinnati. Tempat ini menampilkan lebih dari 2.000 iterasi ikon kucing.

Tapi mungkin tempat terbaik untuk melihat maneki-neko adalah di habitat aslinya yaitu duduk di kasir sambil melambaikan cakarnya.

Baca Juga: Peneliti Temukan Asal-Usul Tunggal Bahasa Jepang, Korea, dan Turki