Jatuhnya Takhta Romawi Barat, Tanda Dimulainya Abad Pertengahan

By Afkar Aristoteles Mukhaer, Sabtu, 9 April 2022 | 08:00 WIB
Romawi barat jatuh karena serangkaian perebutan kekuasan. Akibatnya, Romawi barat melemah secara politik dan diisi dengan pemberontakan dan separatisme. (Heritage Images)

Nationalgeographic.co.id - Meski banyak sejarawan yang menilai Kekaisaran Romawi terpecah menjadi dua bagian antara barat dan timur, tampaknya pandangan itu tidak sama dengan masyarakat Romawi pada masanya. Keduanya, justru saling menopang Romawi yang kekuasaannya begitu luas.

Namun, tengoklah pada abad kelima Masehi. Digadangkan periode ini adalah akhir dari Romawi di barat yang beribu kota Roma. Kisahnya disebutkan sebagai kejatuhan Romawi sebelum kendali kekuatan tunggalnya tersisa di Konstantinopel.

Pada babak kisah jatuhnya Kekaisaran Romawi di Barat bermula dari wafatnya kaisar Anthemius di tahun 472 M. Dalam sistem pemerintahan Romawi yang kini terbagi dua bagian, penunjukkan kaisar dilakukan atas penunjukkan dari kaisar timur. Sebelumnya, Anthemius ditunjuk pada 467 M oleh kaisar timur Leo I.

Sementara, seorang jenderal hebat di Dalmatia (kini Albania, Kroasia, Bosnia, dan Herzegovina), Marcellinus mangkat dan digantikan oleh keponakannya Julius Nepos di tahun 468 M. Nepos punya hubungan kerabat dengan Leo I dengan menikahi keponakan perempuannya.

Untuk mengisi jabatan kaisar yang kosong, Olybrius penguasa yang sebenarnya didukung oleh jenderal Romawi keturunan Jermanik Flavius Ricimer, tetapi kekuasaannya hanya empat bulan di tahun 472 M karena meninggal.

Kemudian Olybrius digantikan oleh Glycerius. Keduanya tidak diakui oleh Leo sebagai kaisar di barat. Leo justru memilih Julius Nepos untuk duduk di takhta tertinggi Roma, dan memberikan dukungan untuk merampas kekuasaan.

Baca Juga: Kekaisaran yang Makin Besar, Inikah Penyebab Kejatuhan Romawi Kuno?

Baca Juga: Mengapa Penis Sering Muncul dalam Seni Yunani Kuno dan Romawi Kuno?

Baca Juga: Wanita-Wanita Tangguh dalam Pertarungan Brutal Gladiator Romawi

Glycerius langsung menyerah setelah Nepos di tahun 474 M mendapat dukungan rakyat ketika kembali dari Konstantinopel. Hal itu disebabkan pendukung utamanya, Gundobad menyerah tanpa perlawanan.

Walau demikian, Glycerius diangkat menjadi uskup di Salonae untuk menghiburnya atas kehilangan takhta. Kabar itu tercatat dalam naskah pendek tentang kekuasaan Romawi di abad ke-5, Anonymus Valesianus: 

"Oleh karena itu, atas perintah kaisar Zeno, bangsawan Nepos, yang tiba dari Konstantinopel di pelabuhan kota Roma, menggulingkan Glycerius dari jabatan kaisar dan mengangkatnya menjadi uskup, dan Nepos diangkat menjadi kaisar di Roma."