Singkap Jejak Samudra Purba di Planet Mars Bukti Pernah Beriklim Basah

By Wawan Setiawan, Sabtu, 29 Oktober 2022 | 09:00 WIB
Digabungkan dari 28 gambar, pemandangan dari penjelajah Curiosity Mars NASA ini ditangkap setelah penjelajah itu mendaki lereng curam fitur geologis yang disebut (NASA/JPL-Caltech/MSSS)

Nationalgeographic.co.id - Satu set peta topografi yang baru-baru ini dirilis memberikan bukti baru untuk samudra utara kuno di planet Mars. Peta-peta tersebut menawarkan kasus terkuat bahwa planet ini pernah mengalami kenaikan permukaan laut yang konsisten dengan iklim hangat dan basah, bukan lanskap beku yang keras yang ada saat ini.

"Apa yang langsung terlintas dalam pikiran sebagai salah satu poin paling signifikan di sini adalah bahwa keberadaan lautan sebesar ini berarti potensi kehidupan yang lebih tinggi," kata Benjamin Cardenas, asisten profesor geosains di Penn State dan penulis utama studi. "Ini juga memberi tahu kita tentang iklim purba dan evolusinya. Berdasarkan temuan ini, kita tahu pasti ada periode ketika suhu cukup hangat dan atmosfer cukup tebal untuk mendukung air cair sebanyak ini pada satu waktu."

Temuan tersebut telah dipublikasikan di Journal of Geophysical Research: Planets pada 12 Oktober dengan judul makalah “Paleogeographic Reconstructions of an Ocean Margin on Mars Based on Deltaic Sedimentology at Aeolis Dorsa.”

“Telah lama ada perdebatan dalam komunitas ilmiah tentang apakah planet Mars memiliki lautan di belahan bumi utara yang berelevasi rendah,” tutur Cardenas. Dengan menggunakan data topografi, tim peneliti mampu menunjukkan bukti definitif garis pantai berusia sekitar 3,5 miliar tahun dengan akumulasi sedimen yang substansial, setidaknya setebal 900 meter, yang menutupi ratusan ribu kilometer persegi.

"Hal besar dan baru yang kami lakukan dalam makalah ini adalah memikirkan Mars dalam hal stratigrafi dan catatan sedimennya," kata Cardenas. "Di Bumi, kami memetakan sejarah saluran air dengan melihat sedimen yang diendapkan dari waktu ke waktu. Kami menyebutnya stratigrafi, gagasan bahwa air mengangkut sedimen dan Anda dapat mengukur perubahan di Bumi dengan memahami cara sedimen menumpuk. Itulah yang sudah kita lakukan di sini—tapi ini Mars."

Tim menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan oleh Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) untuk memetakan data dari NASA dan Mars Orbiter Laser Altimeter. Mereka menemukan lebih dari 6.500 kilometer pegunungan fluvial. Lalu, mereka mengelompokkannya ke dalam 20 sistem. Ini untuk menunjukkan bahwa pegunungan tersebut kemungkinan merupakan delta sungai yang terkikis atau sabuk saluran bawah laut, sisa-sisa garis pantai Mars kuno.

Telah lama ada perdebatan dalam komunitas ilmiah tentang apakah planet Mars memiliki lautan di belahan bumi utara yang berelevasi rendah. Dengan menggunakan data topografi, tim peneliti yang dipimpin Penn State mampu menunjukkan bukti pasti dari garis pantai berusia sekitar 3,5 miliar tahun. (Benjamin Cardenas / Penn State. Creative Commons)

Elemen formasi batuan, seperti ketebalan sistem punggungan, ketinggian, lokasi, dan kemungkinan arah aliran sedimen membantu tim memahami evolusi paleogeografi kawasan. Daerah yang dulunya lautan sekarang dikenal sebagai Aeolis Dorsa dan berisi kumpulan pegunungan fluvial terpadat di planet ini, jelas Cardenas.

"Batu di Aeolis Dorsa menangkap beberapa informasi menarik tentang seperti apa lautan itu," katanya. "Itu dinamis. Permukaan laut naik secara signifikan. Batuan diendapkan di sepanjang cekungannya dengan kecepatan tinggi. Ada banyak perubahan yang terjadi di sini."

 Baca Juga: NASA Bikin Peta Endapan Es di Mars, Jadi Pedoman Pencarian Sumber Air

 Baca Juga: Asal Dahaga Kita: Air Sudah di Tata Surya Jauh Sebelum Bumi Dibentuk

 Baca Juga: Senasib Bumi, Wajah Mars Terbentuk dari Luapan Banjir Danau-danaunya