Menghidupkan Kembali Parfum Kuno Mesopotamia yang Berusia 3.200 Tahun

By Sysilia Tanhati, Jumat, 23 Desember 2022 | 08:00 WIB
Sekelompok ilmuwan di Diyarbakır, Turki, berusaha mereplika parfum kuno Mesopotamia yang berusia 3.200 tahun. (Rodolphe Ernst)

Nationalgeographic.co.id—Parfum atau wewangian ternyata sudah digunakan sejak zaman kuno. Berkat sekelompok ilmuwan, sebagian wewangian dari zaman kuno mungkin bisa kita nikmati kelak. Salah satunya adalah parfum kuno Mesopotamia yang berusia 3.200 tahun yang diciptakan kembali di Diyarbakır, Turki.

Bagaimana cara sekelompok ahli itu mereplika ulang parfum yang berusia ribuan tahun itu? Mereka mengikuti formula yang dituliskan pada lauh tanah liat kuno oleh pembuat parfum wanita terkenal saat itu, Tapputi.

Formula parfum ditemukan oleh para arkeolog selama penggalian di Assur, ibu kota negara-kota Asyur Lama di tempat yang sekarang disebut Irak. Lauh itu menunjukkan langkah-langkah yang digunakan Tapputi dalam menghasilkan wewangiannya.

Temuan lauh yang berisi tentang formula wewangian kuno

Tulisan di lauh menampilkan nama lengkapnya sebagai Tapputi-Belatekallim. Tapputi juga digambarkan sebagai penghasil parfum Mesopotamia yang hebat.

Daerah tempat lauh ditemukan adalah bagian dari Mesopotamia Babilonia pada milenium kedua Sebelum Masehi. Lauh yang ditemukan itu berasal dari tahun 1200 SM.

Investigasi ekstensif dilakukan pada metodologi pembuatan parfum Mesopotamia Tapputi oleh tim ilmuwan Turki. Tim juga bekerja sama dengan Turkey’s Smell Academy and Scent Culture Association.

Ilustrasi lauh. Tim mengikuti formula yang dituliskan pada lauh tanah liat kuno oleh pembuat parfum wanita terkenal saat itu, Tapputi. ( Marie-Lan Nguyen)

Selain pakar parfum, para pakar lain dari berbagai bidang juga turut ambil bagian dalam proses replikasi salah satu wewangian Tapputi di laboratorium.

Tujuan utama para ilmuwan adalah untuk memahami apa yang dilakukan pembuat parfum. “Mereka juga berencana untuk menduplikasi karyanya sedetail mungkin,” tulis James Ssengendo di laman Greek Reporter.

Tapputi menjadi ahli kimia wanita pertama di Mesopotamia dan pembuat parfum wanita pertama di dunia.

Bahan yang digunakan untuk membuat parfum Mesopotamia