Kisah Raja Goujian Gunakan Strategi Kuda Troya di Kekaisaran Tiongkok

By Sysilia Tanhati, Senin, 8 Mei 2023 | 09:00 WIB
Untuk membalas dendam, Raja Goujian dari Wu di era Kekaisaran Tiongkok melancarkan strategi Kuda Troya. Apakah ia menggunakan kuda kayu seperti orang Yunani? (Laika ac)

Nationalgeographic.co.id—Ada banyak cara untuk melakukan balas dendam atas kekalahan. Ada yang serta-merta menunjukkan keberanian saat melawan musuh. Ada juga yang berpura-pura menyerah sambil menyusun strategi. Ini terjadi pada Raja Goujian dari Yue di Kekaisaran Tiongkok.

Untuk mengalahkan lawannya, Raja Goujian bahkan melancarkan taktik yang mirip dengan Kuda Troya orang Yunani kuno.

Apakah ia memciptakan kuda kayu seperti yang dilakukan orang Yunani saat Perang Troya?

Secara metaforis, istilah Kuda Troya mengacu pada tipu daya yang membuat sasaran mengundang musuh ke tempat yang seharusnya terlindungi. Apa yang dilakukan oleh Raja Goujian sehingga ia bisa mengalahkan Raja Fu Chai dari Wu?

Awal dari perseteruan epik

Pada awal abad ke-5 Sebelum Masehi, menjelang awal Periode Negara, Kerajaan Yue di Tiongkok selatan berada dalam bahaya.

Tetangganya, Kerajaan Wu, baru saja mengalahkan Kerajaan Chu yang besar dengan menggunakan siasat brilian. Saat itu Raja Wu, Helu, menatap Yue yang lemah dan tidak siap.

Yang membuat resah Yue adalah mereka baru ditinggal mati oleh sang raja. Ahli warisnya, Raja Goujian, masih muda dan tidak berpengalaman untuk memimpin kerajaan.

Goujian memimpin pasukan untuk melawan Wu. Goujian mengeksekusi taktik yang membuat raja Wu tidak terlindungi dan seorang jenderal Yue mengajaknya berduel. Helu yang menua bukanlah tandingannya.

Dia menderita luka yang mematikan dan meninggal saat pasukannya kembali ke tanah air mereka.

Raja Goujian menyerahkan kerajaan dan menjadi budak

Raja baru Wu adalah putra Helu, Fu Chai, dan dia ingin balas dendam. “Dia memerintahkan bawahannya untuk mengingatkannya setiap hari bahwa pasukan Yue telah membunuh ayahnya,” tulis Leo Timm di laman The Epoch Times.