Mengapa Bunga Krisan Menjadi Simbol Kekaisaran Jepang sejak Era Meiji?

By Sysilia Tanhati, Jumat, 19 Mei 2023 | 08:00 WIB
Bunga Krisan, (genus Chrysanthemum), berasal dari daerah subtropis dan beriklim sedang. Krisan sangat umum di Asia Timur, sering digambarkan dalam seni dan menjadi tanaman hias yang populer di Kekaisaran Jepang. (Encyclopedia Brittanica)

Nationalgeographic.co.id—Krisan, bunga musim gugur sering muncul dalam dekorasi musim gugur di Jepang. Ini adalah tanaman berbunga abadi yang berasal dari Asia Timur di mana mereka memiliki sejarah panjang. Pertama kali dibudidayakan di Tiongkok kuno sejak abad ke-15 Sebelum Masehi, bunga krisan menjadi simbol Kekaisaran Jepang.

Adopsi budaya Tiongkok oleh Kekaisaran Jepang

Di masa lalu, rakyat jelata adalah petani dan mempraktikkan kepercayaan lokal yang melibatkan pemujaan roh alam dan nenek moyang mereka. “Di sisi lain, kaum kelas atas banyak dipengaruhi oleh budaya Tiongkok kuno,” tulis Caren White di laman Owlcation. Mereka mengadopsi cara berpakaian, tulisan, dan kepercayaan tetangga mereka yang dianggap lebih maju.

Berkat adopsi sistem penulisan, karya sastra pertama Jepang pun muncul. Ada juga upaya untuk merekam sejarah kekaisaran. Sama pentingnya adalah penyebaran ajaran Buddha.

Buddhisme telah diperkenalkan ke Jepang pada abad ke-6 Masehi tetapi tidak dianut oleh penduduk sampai periode Nara. Saat itu, Kaisar Shomu mengadopsi ajaran Buddha tersbut dan secara aktif mempromosikannya ke seluruh negeri.

Penyebaran bunga krisan di Kekaisaran Jepang

Krisan telah dibudidayakan untuk tujuan pengobatan dan kuliner sejak zaman kuno di Tiongkok. Bunga ini dibawa ke Kekaisaran Jepang sekitar periode Nara (710–794) dan Heian (794–1185).

Choyo-no-sekku (Festival Bunga Krisan), salah satu dari lima festival musiman yang berasal dari Tiongkok, diperingati pada tanggal 9 September. Dalam festival ini, masyarakat Jepang merayakan khasiat obat krisan yang membawa kesehatan dan umur panjang.

Bunga krisan merupakan simbol kaisar dan Kekaisaran Jepang. Pertama kali dibudidayakan di Tiongkok kuno sejak abad ke-15 Sebelum Masehi, bunga krisan ini menyebar hingga ke Jepang dan disukai oleh keluarga kekaisaran. (Prime Minister's Office of Japan)

Pada awal periode Edo (1603–1868), antusiasme untuk membudidayakan bunga pun muncul. Saat itu, berbagai varietas baru dikembangkan. Itu juga menyebabkan kebiasaan memajang bunga krisan dengan cara yang rumit. Termasuk ditata rapi di hamparan bunga atau dalam bentuk boneka.

Menjelang akhir periode Edo dan awal periode Meiji (1868–1912), jenis krisan baru menyebar ke Kekaisaran Tiongkok. Bahkan hingga ke Eropa dan memicu “ledakan” hortikultura yang besar.

Mengapa bunga krisan dijadikan simbol Kekaisaran Jepang?