Berlangganan

Stegosaurus: Dijuluki 'Dinosaurus Terbodoh' bahkan Diklaim Punya Otak di Bokong

Kamis, 03 Juli 2025 | 10:00 WIB
Bagikan :
Arthur Conan Doyle via Wikipedia
Ilustrasi dari edisi pertama The Lost World (1912), yang menggambarkan manusia dan Stegosaurus (yang sudah ketinggalan zaman)

Nationalgeographic.co.id—Di antara beragam dinosaurus raksasa yang pernah menjelajahi Bumi jutaan tahun lalu, Stegosaurus selalu menonjol dengan ciri khasnya: lempengan tulang besar yang menjulang di punggung dan ekor berduri yang siap diayunkan.

Namun, di balik penampilannya yang gagah, dinosaurus herbivora dari Periode Jura Akhir ini menyimpan sebuah "rahasia" yang membuatnya sering menjadi bahan perdebatan dan spekulasi di kalangan paleontolog maupun masyarakat umum.

Dengan otak yang hanya seukuran kacang kenari di tubuh yang masif, Stegosaurus kerap dilabeli sebagai "dinosaurus terbodoh"—sebuah julukan yang memicu rasa ingin tahu tentang kecerdasannya yang sebenarnya

Lebih jauh lagi, desas-desus tentang adanya "otak kedua" di area pinggulnya, yang kemudian menjadi mitos populer, semakin menambah misteri seputar anatomi dan kemampuan kognitif hewan prasejarah ini.

Benarkah Stegosaurus seprimitif itu, ataukah ada penjelasan ilmiah yang lebih kompleks di balik reputasinya yang unik? Apakah klaim "otak di bokong" itu benar-benar terbukti, atau sekadar kesalahpahaman yang berakar pada interpretasi awal temuan fosil?

Fungsi Pelat dan Duri Ekor: Bukan Sekadar Hiasan

Stegosaurus, dinosaurus berpelat yang begitu ikonik dengan deretan lempengan tulang segitiga besar di sepanjang punggungnya dan ekor berduri, menjelajahi bumi selama Periode Jura Akhir, sekitar 159 hingga 144 juta tahun yang lalu.

Umumnya, hewan herbivora ini memiliki panjang sekitar 6,5 meter, namun beberapa individu tercatat mencapai 9 meter, seukuran bus modern! Meskipun ukurannya masif, Stegosaurus memiliki tengkorak dan otak yang sangat kecil, bahkan jika dibandingkan dengan proporsi tubuhnya yang besar.

Ciri khas lainnya, seperti dilansir Britannica, adalah kaki depannya yang jauh lebih pendek dari kaki belakang, memberikan punggungnya lekukan yang khas, ditopang oleh kakinya yang pendek dan lebar.

Tiga spesies Stegosaurus telah diidentifikasi: S. sulcatus, S. ungulatus, dan S. stenops. Ketiganya ditemukan di Formasi Morrison, Utah, Amerika Serikat, sebuah situs yang kaya akan fosil dinosaurus dari periode tersebut.

Selama bertahun-tahun, fungsi sebenarnya dari pelat-pelat unik Stegosaurus menjadi subjek perdebatan di kalangan paleontolog. Awalnya, para ilmuwan berasumsi bahwa Stegosaurus memiliki dua baris pelat yang sejajar, entah itu berselang-seling atau berpasangan, dengan tujuan melindungi tulang punggung dan sumsum tulang belakangnya.

Baca Juga: Bukan untuk Melawan Predator, untuk Apa Ekor Gada Milik Dinosaurus Ankylosaurus?

Tag:

Lainnya

Dari Fosil Jadi Ikon: Kisah Dippy, Dinosaurus Diplodocus yang Menaklukkan Hati Dunia!

Bagaimana Dippy, Diplodocus yang megah, menaklukkan hati publik global? Telusuri kisah evolusi ikon museum dari kerangka purba.
2025-06-27 12:03:00