Nationalgeographic.co.id—Bandit Jerman abad pertengahan bernama Peter Niers, merupakan seorang praktisi ilmu hitam. Karenanya, ia dikenal sebagai salah satu orang paling menakutkan sepanjang sejarah.
Selama lima belas tahun, dia mengambil nyawa lebih dari 600 orang, dan memotong janin dari 24 rahim wanita hamil!
"Janin digunakan sebagai bahan ilmu hitamnya, dan dikonsumsi dengan ritus kanibal," tulis Khalid Elhassan kepada History Collection dalam artikel berjudul "These Vicious Crimes Will Make You See the Medieval Period in a New Light" terbitan 25 November 2022.
Niers memulai karir kriminalnya sebagai perampok di Alsace, yang sekarang dikenal sebagai wilayah di Prancis. Pada akhirnya ia memimpin sebuah geng yang berjumlah sekitar 24 bandit.
Tidak hanya itu, dia juga menjadi tokoh kunci dalam jaringan geng bandit dan perampok, yang kadang-kadang bergabung untuk melakukan operasi besar dengan melibatkan banyak orang.
Kegiatan kriminal Niers menjangkau wilayah luas yang mencakup Prancis barat, Rhineland, dan Bavaria di Jerman selatan. Yang membedakannya dari bandit lain adalah sifat haus darah dan kekejamannya yang tidak beralasan.
"Dia tidak puas hanya dengan merampok atau membunuh korbannya. Niers juga suka menyiksa mereka, dan sering membunuh mereka dengan berbagai cara yang sangat inventif," imbuhnya.
Dia akhirnya berhasil ditangkap pada tahun 1577, dan di bawa untuk disiksa setelah mengaku melakukan 75 pembunuhan dalam 11 tahun sebelumnya. Namun, sebelum dia dieksekusi, dia berhasil melarikan diri!
Baca Juga: Lima Kisah Memilukan tentang Kanibalisme demi Bertahan Hidup
Baca Juga: Ukiran Theodore de Bry Melukis Kebrutalan Kanibalisme di Brasil
Baca Juga: Kisah Tragis Politikus Belanda, Tubuh Digantung dan Dikanibal Lawannya
Niers kembali ke aktivitas kriminalnya setelah melarikan diri, dengan kekejian dan haus darah yang lebih besar. Memang sebagian besar pembunuhan dan kebejatannya terjadi dalam empat tahun setelah pelariannya dari penangkapan.
Sebelumnya, dia telah membunuh 75 orang dalam 11 tahun. Angka itu melonjak menjadi 569 orang tambahan dalam 4 tahun dari 1577 hingga 1581, sebelum dia ditangkap untuk kedua kalinya, dan menjadi yang terakhir kalinya.
Setelah tertangkap, "Dia dibawa ke kota Neumarkt in der Oberpfalz di Bavaria untuk eksekusi publik," tambahnya. Kali ini dia tidak akan lolos lagi.
Eksekusi terhadapnya penuh kebencian. Ia disiksa selama tiga hari dan menjadi yang terkejam dalam sejarah. Pada hari pertama, ia dikuliti, kemudian, minyak panas dituangkan ke ototnya yang terbuka untuk membuat lapisan dagingnya terkelupas.
Pada hari kedua, kakinya dilapisi minyak, dan bagian bawah tubuhnya dipanggang perlahan di atas api kecil. Pada hari ketiga, tubuhnya remuk dengan puluhan hantaman roda yang menghancurkan tulang hingga berkeping-keping.
Meski sudah tak berbentuk, Niers diperkirakan masih hidup. Akhirnya, para algojo memotong-motong penjahat terkenal itu dan menggergaji tubuhnya menjadi beberapa bagian.
Dengan begitu, kisah kanibalisme Niers dan penyiksaannya akan selalu terkenang dalam catatan kelam kehidupan manusia di abad pertengahan.
Peneliti Ungkap Hubungan Tanaman dan Bahasa Abui yang Terancam Punah di Pulau Alor
Source | : | History Collection |
Penulis | : | Galih Pranata |
Editor | : | Warsono |
KOMENTAR