Nationalgeographic.co.id—Dikenali sebagai "Conan si Bakteri", Deinococcus radiodurans telah lama memukau para ilmuwan dengan kemampuannya yang luar biasa untuk bertahan hidup dalam kondisi ekstrem, khususnya paparan radiasi. Ketahanan bakteri ini ribuan kali lebih tinggi dibandingkan organisme hidup lainnya, termasuk manusia.
Misteri di balik ketahanan luar biasa ini akhirnya mulai terkuak. Para peneliti dari Northwestern University dan Uniformed Services University (USU) telah mengidentifikasi sebuah mekanisme pertahanan alami yang unik pada bakteri ini.
Ternyata, Deinococcus radiodurans memiliki kemampuan untuk membentuk antioksidan yang sangat kuat melalui kombinasi antara metabolit sederhana dan mangan. Antioksidan ini berperan sebagai tameng pelindung yang sangat efektif melawan kerusakan sel akibat radiasi.
Inspirasi untuk teknologi masa depan
Terinspirasi oleh keajaiban alam ini, seperti dilansir laman BBC, para ilmuwan telah berhasil mengembangkan sebuah antioksidan sintetik yang diberi nama MDP.
Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan pada 12 Desember 2023 di Proceedings of the National Academy of Sciences, tim peneliti menunjukkan bahwa MDP memiliki kemampuan perlindungan yang jauh lebih baik dibandingkan komponen-komponen penyusunnya secara individual.
Kombinasi ion mangan, fosfat, dan peptida kecil dalam MDP membentuk sebuah kompleks molekuler yang sangat stabil dan efektif dalam menangkal kerusakan akibat radiasi.
Penemuan ini membuka peluang besar untuk pengembangan teknologi baru yang dapat meningkatkan kualitas hidup manusia.
Beberapa potensi aplikasi dari MDP antara lainmelindungi astronot dari radiasi kosmik yang intens selama misi ruang angkasa jauh, mempersiapkan diri untuk keadaan darurat radiasi, dan menghasilkan vaksin yang dinonaktifkan oleh radiasi.
Perisai antioksidan super kuat
"Kompleks ternari inilah yang menjadi perisai luar biasa Deinococcus radiodurans melawan efek radiasi," ungkap Brian Hoffman dari Northwestern University yang memimpin penelitian bersama Michael Daly dari USU.
Baca Juga: Warisan Kekaisaran Jepang, Mampukah Kombucha Tangkal Radiasi Nuklir?
Metode Ilmiah Ini Sukses Ubah Karbon Dioksida Menjadi Energi Bersih, Sangat Efisien
KOMENTAR