Beberapa teknik lainnya, juga digunakan termasuk pengurutan protein, untuk mendeteksi dan mengarakterisasi kolagen tulang pada fosil seberat 22 kilogram tersebut.
Fosil yang dipelajari adalah sakrum Edmontosaurus yang sangat terpelihara dengan baik yang digali dari lapisan Kapur Atas di Formasi Hell Creek South Dakota. Fosil ini merupakan bagian dari koleksi University of Liverpool dan menawarkan peluang unik untuk analisis mutakhir.
Hasil studi ilmiah tersebut telah diterbitkan 17 Januari 2025 dalam jurnal Analytical Chemistry bertajuk “Evidence for Endogenous Collagen in Edmontosaurus Fossil Bone.”
Penelitian ini tampaknya tidak hanya menyelesaikan perdebatan ilmiah yang telah berlangsung lama, tetapi juga membuka jalan lebih jauh untuk mempelajari kehidupan purba, dengan memberikan pandangan sekilas tentang pengawetan biokimia fosil makhluk yang telah punah.
Studi sains ini mempertemukan para ahli dari berbagai disiplin ilmu. Para peneliti dari UCLA berkontribusi pada studi ini, menggunakan spektrometri massa tandem untuk mendeteksi dan mengukur untuk pertama kalinya, asam amino hidroksiprolin, yang khusus untuk kolagen ketika ditemukan di tulang, sehingga mengonfirmasi keberadaan kolagen yang rusak.
Para peneliti dari Kelompok Riset Spektrometri Massa Universitas Liverpool yang melakukan pengurutan protein dan uji spektrometri massa. Para spesialis dari Pabrik Inovasi Material Universitas yang melakukan analisis tambahan untuk mengonfirmasi hasil, serta Pusat Riset Proteom di Universitas Liverpool yang mengidentifikasi fragmen kolagen alfa-1, bentuk utama kolagen dalam jaringan tulang.
Source | : | SciTechDaily,Sci News |
Penulis | : | Wawan Setiawan |
Editor | : | Ade S |
KOMENTAR