Nationalgeographic.co.id—Banyak orang tidak memanfaatkan seluruh jatah cuti liburan mereka dalam setahun. Bahkan ketika liburan diambil, tidak sedikit yang masih memikirkan pekerjaan atau tetap terhubung dengan urusan kantor.
Padahal, kebiasaan seperti ini justru bisa berdampak kurang baik bagi kesehatan dan kesejahteraan. Liburan seharusnya menjadi momen untuk benar-benar melepaskan diri dari rutinitas dan tekanan pekerjaan.
Menurut sebuah artikel tinjauan dari University of Georgia, penting bagi kita untuk mulai mengubah kebiasaan tersebut. Mengambil cuti dan benar-benar beristirahat secara mental maupun fisik dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang.
Dilansir laman Eureka Alert, sebuah meta-analisis terhadap 32 studi dari sembilan negara menunjukkan bahwa liburan ternyata jauh lebih bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan karyawan daripada yang diperkirakan sebelumnya, dan efek positif dari cuti tahunan bertahan jauh lebih lama daripada sekadar perjalanan pulang dari bandara.
“Tema utama dari studi ini adalah bahwa liburan memberikan manfaat jangka panjang yang lebih besar dari yang selama ini kita kira,” kata Ryan Grant, penulis utama studi sekaligus mahasiswa doktoral psikologi di Franklin College of Arts and Sciences, University of Georgia.
Grant menjelaskan bahwa tuntutan dan stres kerja terus meningkat, tetapi banyak orang merasa ragu mengambil cuti karena takut terlihat buruk di mata atasan atau khawatir kehilangan peluang promosi.
Ia juga menyampaikan bahwa masih ada anggapan semakin banyak bekerja akan semakin baik, padahal kenyataannya seseorang justru bisa bekerja lebih baik dengan merawat diri sendiri. Karena itu, penting untuk mengimbangi periode kerja yang intens dengan waktu istirahat dan pemulihan yang cukup.
Rasakan hari libur sepenuhnya tanpa pekerjaan
Namun, bagaimana cara Anda menjalani liburan juga sangat menentukan seberapa besar efek pemulihannya.
Para peneliti menemukan bahwa karyawan yang benar-benar melepaskan diri secara psikologis dari pekerjaan saat liburan mengalami peningkatan kesejahteraan yang paling besar.
“Jika Anda secara fisik tidak di kantor tetapi pikiran Anda masih di pekerjaan saat liburan, itu sama saja seperti Anda masih di kantor,” ujar Grant. “Liburan adalah salah satu dari sedikit kesempatan kita untuk benar-benar terlepas dari pekerjaan.”
Baca Juga: Generasi Z Itu Lemah dan Malas Bekerja? Silakan Cek Dulu Faktanya
Source | : | eurekalert.org |
Penulis | : | Lastboy Tahara Sinaga |
Editor | : | Utomo Priyambodo |
KOMENTAR