Peneliti: Risiko Banjir di Jakarta Meningkat Hingga 400% pada 2050

By National Geographic Indonesia, Jumat, 10 Januari 2020 | 18:11 WIB
Banjir Jakarta 01/01/2019 menganyutkan beberapa mobil. (Syifa Nuri Khairunnisa/Kompas.com)

Hal ini tentu saja mengakibatkan berkurangnya tutupan lahan hijau dan berdampak pada penurunan muka tanah.

Penelitian Hasanuddin Z. Abidin dari Institut Teknologi Bandung dan rekannya menunjukkan bahwa pengembangan daerah perkotaan kota dapat menyebabkan semakin turunnya permukaan tanah Jakarta dengan tingkat penurunan bervariasi dari 4,2 hingga 12,3 sentimeter per tahun.

Hal ini disebabkan oleh adanya peningkatan pengambilan air tanah serta beban bangunan di permukaan. Penurunan muka tanah dapat meningkatkan risiko banjir karena air cenderung akan mengalir ke permukaan yang rendah.

Apabila laju penurunan muka tanah tidak berubah hingga 2050, risiko banjir di Jakarta diproyeksikan meningkat sebesar 95%.

Selain itu, penelitian lain juga telah memperkirakan peningkatan daerah perkotaan di sekitar DAS dari yang sebelumnya 62% pada 2002 menjadi 92% pada 2050 jika tren pertumbuhan penduduk tidak berubah. Pada saat yang bersamaan, wilayah hutan dan pertanian berkurang dari 31% menjadi 8%.

Berkurangnya daerah hijau menyebabkan jumlah air yang terserap tanah berkurang. Dengan perubahan tutupan lahan tersebut, risiko banjir jakarta meningkat sebesar 99%.

Dengan penggabungan dua dampak pengembangan kota yaitu penurunan muka tanah dan perubahan tutupan lahan, peningkatan risiko banjir di jakarta pada 2050 menjadi 226%. Angka ini didapat dengan memperhitungkan wilayah yang sebelumnya tidak banjir tapi setelah digabungkan terjadi genangan banjir.

Apabila digabung dengan faktor perubahan iklim, maka risiko banjir pada 2050 meningkat menjadi 322-402%.

Tidak hanya Jakarta

Banjir merupakan problem global.

Beberapa kajian menunjukkan bahwa tidak hanya Jakarta yang menghadapi peningkatan risiko banjir pada masa depan.

Kota-kota besar negara tetangga seperti Bangkok, Thailand; Manila, Filipina dan Ho Chi Minh Vietnam juga menghadapi risiko banjir yang semakin semakin besar pada masa mendatang.

Banjir di Bangkok pada 2011. (robru/Getty Images)