Penemuan Ekor Spinosaurus Buktikan Bahwa Ia Dinosaurus Perenang Pertama

By Gita Laras Widyaningrum, Kamis, 30 April 2020 | 14:00 WIB
Spinosaurus. (via National Geographic)

Terbuat dari air

Dengan ekor yang hampir komplit ini, Ibrahim dan rekannya lebih percaya diri bahwa Spinosaurus adalag perenang—pernyataan yang disematkannya saat mereka mulai melakukan tes di lab.

Pada bulan Februari 2019, Ibrahim menghubungi Stephanie Pierce, kurator paleontologi vertebrata di Museum of Comparative Zoology Harvard, dengan sebuah pertanyaan: Bisakah dia membantunya menguji seberapa besar daya dorong ekor dinosaurus dalam air? Meski memodelkan gerak hewan secara digital adalah salah satu keahliannya, Pierce tahu bahwa menjawab pertanyaan itu memerlukan eksperimen dunia nyata yang dinamis. Dia dan koleganya George Lauder, seorang ahli biologi ikan, kemudian setuju untuk bergabung dengan tim.

Hampir enam bulan bergabung, Lauder, sambil duduk di meja kerjanya, meraih selembar plastik oranye—hasil potongan laser ekor Spinosaurus—dan menempelkannya pada batang logam. Dia kemudian berjalan melintasi lab menuju apa yang tampak seperti tangki ikan yang dibangun dengan rumit dan memasang ekor tersebut di dalam jalinan balok logam yang tergantung di langit-langit.

Perangkat itu merupakan robot yang disebut "Flapper”—menggantung di bawah saluran air yang kecepatan alirannya dapat dikendalikan oleh Lauder dengan presisi yang luar biasa. Dilengkapi dengan cahaya, kamera, dan sensor, alat tersebut dapat dengan tepat melacak gerakan hewan akuatik saat berenang serta kekuatan yang mereka berikan saat bergerak.

Lauder menurunkan Flapper ke dalam air, dan model plastik dari ekor Spinosaurus yang melekat padanya, melompat hidup dengan gerakan seperti buaya berenang. Dengan setiap kepakkan, sebuah bayangan melewati ekor dan mengirimkan data ke komputer Lauder. Flapper mencatat kekuatan yang diberikan ekor, mencerminkan seberapa baik itu mendorong gerakan Spinosaurus dalam air.

Duri tulang yang panjang menonjol dari vertebra ekor Spinosaurus. Dalam kehidupan, itu memberikan bentuk seperti dayung. (Paolo Verzone/National Geographic)

Hasil penelitian Pierce dan Lauder yang disertakan dalam jurnal Nature, menunjukkan bahwa ekor Spinosaurus memberikan delapan kali lipat dorongan lebih banyak dalam air, dibanding buntu theropoda non-spinosaurid Coelophysis dan Allosaurus.  Ekor Spinosaurus pun diketahui lebih efisien dua kali lipat. Hasil temuan juga menunjukkan bahwa Spinosaurus raksasa menghabiskan lebij banyak waktu terendam di air, mungkin menavigasi sungai seperti buaya modern, tetapi dalam skala besar.

Kesimpulan itu membuat Spinosaurus berbeda dari dinosaurus pecinta air lainnya yang dijelaskan sejak 2014, termasuk spesies yang mungkin hidup seperti angsa atau kura-kura. Semakin banyak Lauder berbicara tentang dayung di belakang predator yang memiliki panjang hingga 50 kaki itu, semakin lebar matanya. “Ini sangat menakjubkan!” katanya.

Pada eksperimen selanjutnya, Pierce dan Lauder mengatakan bahwa versi modifikasi dari percobaan Flapper dapat menguji model tiga dimensi ekor tersebut, atau bahkan model seluruh tubuh dari Spinosaurus yang diperbarui. Ini akan membantu memperjelas bagaimana ‘sirip belakang’ dinosaurus setinggi enam kaki tersebut memengaruhi gaya renangnya.

Baca Juga: Bangsawan Tiongkok Ini Dimakamkan Bersama Keledai, Apa Alasannya?

Untuk mencapai impian itu, Ibrahim ingin menggabungkan setiap potongan tulang terakhir yang dia bisa. Timnya pun kembali ke padang pasir di puncak musim panas 2019 untuk menggali lebih banyak.

Beberapa fosil dalam ekspedisi tersebut akan membantu menguji fitur akuatik dari Spinosaurus: mungkin kaki yang berselaput. Dengan lebih banyak tulang di tangan, para peneliti juga dapat merekonstruksi kaki untuk membantu menguji seberapa luas jentikkan jari-jari Spinosaurus.

Menurut Ibrahim, sangat penting untuk fosil-fosil yang ditemukan agar tetap berada di Maroko. Harapannya adalah bahwa suatu hari nanti, tulang-tulang ini dan para ilmuwan yang mempelajarinya menjadi cikal bakal museum sejarah nasional pertama Maroko. Juga menginspirasi orang-orang di seluruh Afrika Utara untuk memimpikan dunia yang hilang di bawah kaki mereka.

“Yang saya inginkan adalah membangun rumah bagi Spinosaurus. Ini akan menjadi simbol atau ikon paleontologi Afrika,” papar Ibrahim.