Wanita-Wanita Tangguh dalam Pertarungan Brutal Gladiator Romawi

By Galih Pranata, Senin, 4 April 2022 | 11:00 WIB
Pertunjukan laga gladiatrix di Museum Archeon, Belanda, tahun 2009. (Hans Splinter/Flickr)

Adapun bagi Nero, kehadiran para wanita dalam gladiator adalah sebuah penghormatan. "Nero memiliki gladiator wanita yang bertarung dalam arena untuk menghormati ibunya, yang telah dia bunuh," lanjut De Agostini.

Impresi seniman tentang gladiator wanita yang menghibur menghibur orang-orang kaya di Roma. (ARKEONEWS)

Setelahnya, Kaisar Domitianus mengadakan pertarungan gladiator wanita di malam hari dengan cahaya obor, terkadang mengadu perempuan melawan kurcaci ataupun dengan sesama wanita satu sama lain.

Menurut sumber yang disebutkan oleh sejarawan kontemporer, David S. Potter, untuk selanjutnya para pejabat Romawi mendorong para wanita untuk aktif dalam olahraga appaun, membangun kekuatan bagi mereka untuk melahirkan.

Dalam beberapa kurun waktu, para majikan yang memiliki budak wanita di Romawi akan menyuruh mereka agar terlibat dalam gladiator. Para majikan akan berkata, 'ayo kamu kuat! kamu harus ikut gladiator dan menghasilkan banyak uang dari pertarungan itu!'

Bagi wanita bangsawan atau kaya raya, mereka akan membayar sejumlah uang untuk mendapatkan pelatih gladiator dari kalangan laki-laki tangguh, melatih agar mendapatkan tubuh yang bugar dan cara untuk memenangkan pertarungan.

  

Baca Juga: Spartacus, Gladiator yang Pimpin Pemberontakan Budak Melawan Romawi

Baca Juga: Seberapa Sehat Makanan Sehari-hari para Gladiator zaman Romawi

Baca Juga: Gladiatrix, Sebutan Gladiator Perempuan yang Bertarung di Roma

Baca Juga: Mengapa Masyarakat Romawi Kuno Menggemari Olahraga Berdarah?