Pengepungan Tirus, Jejak Alexander Mengubah Pulau Jadi Semenanjung

By Afkar Aristoteles Mukhaer, Jumat, 15 April 2022 | 12:00 WIB
Dua menara penggempur (siege tower) berdiri gagah menghalau serangan Tirus terhadap pekerja pembuat tanggul yang dibuat Alexander. (Giuseppe Rava/Pinterest)

Alexander (kanan) sedang berguru dengan Aristoteles (kiri). Raja muda Makedonia itu punya ide cemerlang dalam ekspedisi militernya. (Stock Montage)

Citra satelit Kota Tirus hari ini. Dataran yang menjorok di ke laut Mediterania itu dahulunya adalah pulau yang dikepung Alexander. Tanggul yang dibuat Alexander kemudian menjadi semenanjung yang menghubungkan kedua daratan. (Google Earth)

Alexander kemudian membangun tanggul baru lebih ke utara dan memperlebarnya. Gabungan kedua tanggul inilah yang kemudian menjadi dataran genting menghubungkan pulau dan daratan utama akibat sedimentasi.

Para pekerja dilindungi mesin-mesin penggempur dan kapal patroli dari sekutu-sekutu Makedonia. Serangan ke Tirus juga dimulai dengan menabrakkan kapal untuk mengetahui seberapa kuat tembok mereka.

  

Baca Juga: Aristoteles di Yunani dan Nasibnya karena Kedekatan dengan Makedonia

Baca Juga: Seorang Petinggi Mesir Mengklaim Temukan Makam Alexander Agung

Baca Juga: Bucephalus, Kuda Kesayangan Alexander yang Dijadikan Nama Kota

Baca Juga: Riwayat Kedekatan Guru dan Murid: Aristoteles dan Alexander Agung

Baca Juga: Awal Konflik Besar Yunani-Persia: Pertempuran Maraton yang Legendaris

Lalu, musim panas berlangsung. Orang-orang Tirus makin nekat dengan menangkap orang-orang Alexander dan memaerkannya di atas tembok sebelum dibunuh. Menara mereka didirikan lebih tinggi untuk menghancurkan menara penggempur Alexander. Menara itu dilengkapi penombak untuk menghancurkan perisai, jaring, dan pasir untuk melumpuhkan tentara berzirah.

Sekitar Agustus, armada kapal menemukan titik lemah Tirus di sisi selatan. Tembok di sisi selatan dilubangi. Alexander langsung memimpin ke lubang itu bersama beberapa kapal pengangkut infanteri dan berhasil menerobos lubang yang ada. Pasukan Tirus gagal di sini karena tidak punya pasukan yang banyak untuk menghadang.