Terlatih dan Berpengaruh: Para Pembunuh Sohor dalam Sejarah Dunia Kuno

By Tri Wahyu Prasetyo, Senin, 15 Januari 2024 | 07:00 WIB
Ilustrasi anggota Hashshashin, kelompok rahasia yang aktif pada abad ke-11 di dunia Muslim, terutama di wilayah Persia (sekarang Iran) dan Suriah. (Daily Sabah)

 

Nationalgeographic.co.id—Dalam catatan sejarah, terdapat tokoh-tokoh misterius atau kelompok rahasia mematikan yang jejaknya tak terhapuskan di dunia.

Para pembunuh kuno dan organisasi rahasia ini bukan sekadar pembunuh, namun juga ahli strategi dan cukup berpengaruh selama berabad-abad, kata sejarawan Robbie Mitchell, dalam tulisannya di laman Ancient Origins.

Dari peracun hingga kaum puritan, dari revolusioner hingga orang terbuang, berikut adalah daftar pembunuh terhebat dalam sejarah. Atau setidaknya yang telah kita ketahui.

Locusta, Peracun dari Roma

Lahir pada abad ke-1 Masehi, Locusta Locusta sangat terkenal karena kiprahnya dalam beberapa pembunuhan dengan menggunakan racun.

“Locusta dikatakan berasal dari Galia, namun kemudian pindah ke Roma dan mencari nafkah sebagai peracun profesional. Pada tahun 54 Masehi, ketenarannya telah membuatnya dipenjara,” kata Mitchell.

Kepiawaiannya dalam membunuh dan meracik racun, menarik perhatian Permaisuri Agrippina, istri Kaisar Claudius.

Menurut sejarawan Romawi, Tacitus, Agrippina menugaskan Locusta untuk menyediakan racun yang dapat menyingkirkan suaminya secara diam-diam. Konon, Locusta memberi Agrippina Atropa belladonna, yang ditaburkan di atas jamur dan diberikan kepada kaisar melalui pencicip makanannya, Halotus.

Rencana mereka sangat cerdik. Untuk menghindari kecurigaan, jumlah racun yang ditaburkan ke dalam makanan hanya cukup untuk membuat Claudius sakit, membuatnya bergegas ke kamar mandi dengan kesakitan.

Dokternya, Gayus Stertinius Xenophon, kemudian meracuninya untuk kedua kalinya. Dengan memasukkan sehelai bulu yang telah dibasahi racun ke dalam tenggorokannya, seolah-olah untuk membantunya muntah. 

Dengan kematian Claudius, Agrippina menempatkan putranya, Nero, di atas takhta. Pada tahun berikutnya, Nero menemui Locusta. Ia memesan racun untuk menyingkirkan putra Claudius, Britannicus.

Sketsa Locusta sedang menguji racun pada seorang budak di hadapan Nero. Racun yang disiapkan untuk Britannicus. (Public Domain/Wikimedia Commons)