Serigala Chernobyl Sebarkan Mutasi Genetik Akibat Radiasi Nuklir?

By Gita Laras Widyaningrum, Jumat, 20 Juli 2018 | 17:29 WIB
Serigala di Chernobyl. (Byshnev)

Nationalgeographic.co.id - Sebuah studi terbaru memaparkan bahwa serigala Chernobyl mungkin mampu menyebarkan mutasi genetik -- yang disebabkan oleh radiasi -- kepada populasi serigala Eropa lainnya.

Hewan ini sudah berkeliaran dengan bebas di sekitar Chernobyl, Ukraina Utara, sejak pembangkit nuklir tersebut meledak pada 1986.  

Sama seperti manusia, mereka pun tidak bebas dari efek radiasi yang memengaruhi kesehatan.

Baca juga: Tupai, Satu-satunya Hewan Mamalia yang Tahan Terhadap Makanan Pedas

Beberapa pertanyaan kemudian muncul – terutama tentang sejauh mana radiasi menyebabkan mutasi genetik pada spesies dan apakah itu dapat menyebar di luar zona eksklusi Chernobyl.

Melakukan perjalanan

Dalam sebuah eksperimen, para peneliti mengamati 13 serigala dengan kerah pelacak yang mampu mengukur radiasi. Hasilnya dapat diprediksi: hewan-hewan tersebut menerima lebih banyak radiasi ketika melakukan perjalanan ke area yang terkontaminasi.

Namun, sebuah studi terbaru yang dipublikasikan pada European Journal of Wildlife Research, menemukan bahwa seekor serigala jantan muda telah berjalan 250 mil keluar dari area Chernobhyl. Pertama-tama menuju Belarus, Ukraina, dan akhirnya Rusia.

Ini pertama kalinya ada serigala Chernobyl yang meninggalkan wilayah tersebut.

“Kita tahu bahwa populasi serigala di zona eksklusi Chernobyl sangat tinggi. Kemungkinan, mereka yang muda akan memisahkan diri dari kelompoknya,” kata Michael Byrne, peneliti yang mempelajari pergerakan hewan dan ekologinya dari University of Missouri.

“Ini menimbulkan pertanyaan, apakah perjalanan serigala muda tersebut akan menyebabkan penyebaran mutasi kepada populasi serigala lain di luar Chernobyl?” tambahnya.

Menyebarkan mutasi genetik?

Studi yang dilakukan pada hewan lain di Chernobyl – seperti burung, tikus dan serangga – menunjukkan bahwa radiasi Chernobyl dapat menyebabkan mutasi genetik dan gangguan kesehatan pada mereka. Di antaranya, tumor, katarak, otak yang lebih kecil, dan kelainan perkembangan.

Hasil penelitian yang dilakukan kepada tikus menunjukkan bahwa mutasi dan penyakit tersebut dapat diturunkan ke generasi selanjutnya. Hewan kecil ini bahkan berpotensi menyebarkan kontaminan radioaktif ke lingkungan sekitarnya melalui gerakan mereka.

Yang belum jelas hingga saat ini adalah efek dari serigala, meski memang ada kemungkinan ia dapat menyerbakan radiasi.

Baca juga: Peneliti Ini Berusaha Membuktikan Harimau Tasmania Belum Punah

Anders Moller, ilmuwan dari University of Paris-Sud, berpendapat, meskipun serigala memiliki tubuh yang lebih besar, namun karena radiasi sangat berbahaya, tidak mungkin ia tidak terpengaruh mutasi.

Para peneliti menekankan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menjawab pertanyaan besar tentang persebaran mutasi genetik dari serigala.

“Saya tidak ingin mengatakan bahwa hewan-hewan dari Chernobyl mengontaminasi dunia dengan radioaktif. Namun, ada kemungkinan ke sana, jadi masalah ini harus diperhatikan dengan serius,” pungkas Byrne.