Akan tetapi, Profesor Chan dan timnya mengusulkan desain baru yang menggunakan pandu gelombang (jalur untuk mentransmisikan gelombang elektromagnetik dengan pantulan berturut-turut dari dinding bagian dalam) dan berhasil menekan harmonik yang tidak diinginkan. Sehingga mencapai pancaran direktivitas tinggi dan memungkinkan komunikasi yang aman.
Baca Juga: Bluetooth, Teknologi Nirkabel yang Terinspirasi dari Seorang Raja
Baca Juga: Satelit Ungkap Kemungkinan Lokasi Makam Raja Viking 'Bluetooth'
Baca Juga: Akankah Chatbot Menggeser Interaksi Manusia? Begini Penjelasan Sains
"Dengan antena gelombang bocor AM dan teknologi pengkodean ruang-waktu, kami mencapai karakteristik radiasi yang ditentukan dengan mengontrol rangkaian on-off dan durasi 'sakelar' pada antena melalui perangkat lunak," kata Profesor Chan.
“Pancaran sinar dengan direktivitas tinggi dapat dihasilkan dengan antena baru, memungkinkan berbagai kinerja radiasi tanpa harus mendesain ulang antena, kecuali untuk menggunakan input STC yang berbeda,” tambah Dr Wu.
Energi dari pancaran antena metasurface STC dapat difokuskan ke titik fokus dengan panjang fokus tetap atau bervariasi, yang dapat digunakan untuk pencitraan real-time dan diperlakukan sebagai jenis radar untuk memindai lingkungan dan data umpan balik.
“Penemuan ini memainkan peran penting dalam ISAC untuk komunikasi nirkabel 6G,” jelas Profesor Chan. “Misalnya, sinar yang dipancarkan dapat memindai seseorang dan membuat gambar orang tersebut, memungkinkan pengguna ponsel untuk berbicara satu sama lain dengan pencitraan hologram 3D. Ini juga bekerja lebih baik terhadap penyadapan daripada arsitektur pemancar konvensional.”
Lestari Awards 2025: Apresiasi Inovasi Tata Kelola Berkelanjutan, Rantai Pasok Hijau, dan Kemitraan Strategis
Source | : | Phys.org |
Penulis | : | Wawan Setiawan |
Editor | : | Mahandis Yoanata Thamrin |
KOMENTAR