Nationalgeographic.co.id—Alexander Agung adalah seorang penguasa Makedonia kuno dan salah satu pemikir militer terbesar dalam sejarah. Sebagai raja Makedonia, ia mendirikan kerajaan terbesar yang pernah ada di dunia kuno. Ia adalah pemimpin yang karisma namun kejam, brilian serta haus kekuasaan. Dengan segala kelebihannya, Aleksander Agung mampu membuat para pengikutnya selalu setia dan rela mati untuknya. Ia menaklukkan banyak wilayah, termasuk Mesir. Disana ia diangkat menjadi firaun Mesir. Padahal firaun adalah gelar kehormatan bagi pemimpin Mesir. Seorang firaun menjadi wakil dewa di dunia. Bagaimana Aleksander Agung, seorang raja Makedonia, bisa menjadi seorang Firaun Mesir?
Aleksander mempersembahkan kurban untuk dewa Mesir
Setelah mengalahkan Raja Persia Darius III pada Pertempuran Issus, Aleksander bergerak ke Mesir pada tahun 332 Sebelum Masehi. Mesir telah dikuasai oleh Kerajaan Persia selama satu dekade. Mazaces, seorang satrap (gubernur) Persia terkemuka yang memimpin Mesir kala itu.
Setelah mencapai Pelusium, Aleksander dan pasukannya menuju ke hulu menuju Memphis. Memphis adalah ibu kota tradisional bagi banyak penguasa pribumi yang pernah memerintah tanah kuno ini pada abad-abad sebelumnya.
Untuk merayakan kedatangannya, sang raja Makedonia itu mengadakan pertandingan olahraga dan pertunjukan musik.
Aleksander juga mempersembahkan kurban untuk berbagai dewa Yunani sebagai ungkapan syukur. Sedangkan untuk dewa Mesir, ia memberikan kurban bagi dewa tradisional Mesir: Apis, dewa banteng besar.
Kultus Banteng Apis sangat kuat di Memphis; pusat pemujaannya yang besar terletak sangat dekat, di Serapeum yang monumental di Saqqara.
Mengapa, dari semua dewa Mesir, Aleksander memutuskan untuk mempersembahkan kurban kepada Apis? Untuk mengetahui alasannya, kita harus merunut tindakan orang Persia sebelumnya di Mesir.
Penghinaan raja Persia pada dewa Apis
Kekaisaran Persia Achaemenid menginvasi Mesir beberapa kali dalam sejarahnya. Pada akhir abad ke-6 Sebelum Masehi, misalnya, raja Persia Cambyses menaklukkan Mesir. Hampir 200 tahun kemudian, Raja Artaxerxes III juga berhasil mengalahkan firaun yang berkuasa dan mengeklaim Mesir sebagai bagian dari Kekaisaran Persia.
Saat menguasai Mesir, raja-raja Persia melakukan penghinaan besar-besaran terhadap dewa Banteng Apis begitu mereka tiba di Memphis. “Kedua raja Persia itu bertindak lebih jauh dengan menyembelih banteng suci (inkarnasi Apis),” ujar Hughes. Itu adalah tanda penghinaan Persia terhadap agama Mesir. Dan Aleksander mengetahui sejarah kelam itu.
3 Dekade Kita 'Dikelabui' Jurassic Park, Ternyata Seperti Ini Suara Asli Dinosaurus
Source | : | History,History Hit |
Penulis | : | Sysilia Tanhati |
Editor | : | Mahandis Yoanata Thamrin |
KOMENTAR