Nationalgeographic.co.id—Di tengah perubahan iklim yang semakin nyata dan kesadaran sosial yang meningkat, konsep sustainability atau keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan sebuah keharusan.
Banyak perusahaan yang mulai menyadari bahwa kesuksesan jangka panjang tidak hanya diukur dari keuntungan finansial, tetapi juga dari dampak positif yang diberikan kepada lingkungan dan masyarakat.
Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan keberlanjutan dalam bisnis? Apakah sebatas mengurangi emisi karbon, atau ada makna yang lebih dalam dari itu?
Lalu, bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan keberlanjutan ke dalam strategi bisnis mereka secara efektif? Bagaimana mereka dapat mengukur dan melaporkan dampak keberlanjutan mereka? Temukan jawabannya dalam artikel ini.
Definisi Keberlanjutan dalam Konteks Bisnis
Dalam ranah bisnis, seperti dilansir laman resmi Harvard Business School, keberlanjutan didefinisikan sebagai praktik operasional yang secara aktif menghindari dampak negatif terhadap lingkungan, komunitas, dan masyarakat secara luas. Konsep ini secara garis besar terbagi menjadi dua fokus utama: dampak bisnis terhadap lingkungan dan dampak bisnis terhadap masyarakat.
Tujuan utama dari strategi bisnis berkelanjutan adalah untuk memberikan kontribusi positif pada setidaknya salah satu dari kedua area tersebut. Sebaliknya, kegagalan dalam bertanggung jawab dapat menimbulkan konsekuensi serius seperti kerusakan lingkungan, ketidaksetaraan sosial, dan ketidakadilan.
Oleh karena itu, perusahaan yang benar-benar berkelanjutan adalah mereka yang mempertimbangkan faktor lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam setiap keputusan bisnis, memastikan bahwa keuntungan jangka pendek tidak mengorbankan kesejahteraan jangka panjang.
Contoh Implementasi Keberlanjutan dalam Praktik Bisnis
Implementasi keberlanjutan dalam bisnis sangat beragam, tergantung pada tujuan dan nilai-nilai spesifik setiap organisasi.
Beberapa contoh konkret dari praktik bisnis berkelanjutan meliputi penggunaan bahan-bahan yang ramah lingkungan dalam proses produksi, optimalisasi rantai pasokan untuk menekan emisi gas rumah kaca, pemanfaatan sumber energi terbarukan untuk operasional fasilitas, serta pemberian dukungan finansial untuk pendidikan generasi muda di komunitas lokal.
Baca Juga: Sustainability: Indonesia Wajib Belajar, 3 Negara Ini Buat Aturan untuk Cegah Sampah Mode
Setiap strategi ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif melalui cara yang berbeda namun signifikan.
Mengapa Keberlanjutan Sangat Krusial?
Keberlanjutan bukan hanya tentang mengatasi tantangan global; ini juga merupakan pendorong utama kesuksesan bisnis. Investor modern semakin memperhatikan metrik ESG (Environmental, Social, and Governance) untuk menilai kinerja etika dan keberlanjutan perusahaan. Faktor-faktor seperti jejak karbon, penggunaan air, inisiatif pengembangan komunitas, dan keragaman dewan direksi menjadi pertimbangan penting.
Penelitian telah menunjukkan bahwa perusahaan dengan peringkat ESG yang tinggi menikmati biaya utang dan ekuitas yang lebih rendah. Lebih lanjut, inisiatif keberlanjutan terbukti dapat meningkatkan kinerja finansial sekaligus memperkuat dukungan publik.
Menurut McKinsey, pada tahun 2017, motivasi utama perusahaan mengadopsi keberlanjutan adalah untuk menyelaraskan dengan nilai-nilai perusahaan, meningkatkan reputasi, memenuhi harapan pelanggan, dan membuka peluang pertumbuhan baru.
Keterkaitan antara kemajuan sosial dan lingkungan dengan keuntungan finansial inilah yang disebut sebagai peluang nilai bersama. Dengan kata lain, berbuat baik dapat secara langsung meningkatkan kemampuan perusahaan untuk mencapai kesuksesan finansial. Ini menjelaskan mengapa semakin banyak bisnis yang mengadopsi praktik-praktik berkelanjutan.
Langkah-Langkah Praktis Menciptakan Strategi Bisnis Berkelanjutan
Untuk mengubah tujuan organisasi menjadi tindakan nyata, ada beberapa langkah penting yang dapat diikuti untuk membangun strategi bisnis berkelanjutan yang efektif:
1. Evaluasi masalah dan tetapkan tujuan
Langkah awal adalah memahami arti keberlanjutan bagi tim, perusahaan, industri, dan klien Anda. Identifikasi isu-isu prioritas utama bagi setiap kelompok.
Pertanyaan seperti "Berapa banyak limbah yang kita hasilkan?", "Apakah budaya perusahaan kita inklusif?", "Apakah produk kita bermanfaat bagi masyarakat?" dan "Dampak apa yang kita berikan pada komunitas lokal?" akan membantu menetapkan tujuan keberlanjutan yang spesifik.
Baca Juga: Sustainability: Kebijakan Industri Indonesia dalam Pembangunan Berkelanjutan Disoroti, Ada Apa?
Gunakan pendekatan SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) untuk memastikan tujuan Anda terarah dan terukur.
2. Formulasikan misi perusahaan
Setelah tujuan ditetapkan, langkah berikutnya adalah merumuskan pernyataan misi perusahaan yang jelas dan ringkas. Pernyataan misi ini harus menggambarkan fokus perusahaan pada tindakan nyata dan mencerminkan nilai serta tujuan organisasi. Pernyataan misi yang efektif harus menjawab pertanyaan 5W (Who, What, When, Where, Why) perusahaan Anda.
Contohnya, misi Warby Parker adalah "menawarkan kacamata desainer dengan harga revolusioner, sambil menjadi pionir bisnis yang sadar sosial," sementara misi Patagonia mencakup "membangun produk terbaik, tidak menyebabkan kerugian yang tidak perlu, menggunakan bisnis untuk melindungi alam, dan tidak terikat oleh konvensi."
3. Rancang strategi keberlanjutan
Saat merancang strategi bisnis berkelanjutan, penting untuk mempertimbangkan triple bottom line – dampaknya terhadap keuntungan, manusia, dan planet (profit, people, dan planet). Strategi harus dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menciptakan nilai sosial serta internal.
Pertimbangkan perubahan kecil yang dapat memberikan dampak besar, seperti mematikan listrik dan pemanas setelah jam kerja atau memanfaatkan preferensi konsumen terhadap produk berkelanjutan. Studi Unilever menunjukkan bahwa 33 persen konsumen bersedia membayar lebih untuk merek yang memiliki dampak sosial atau lingkungan positif.
4. Implementasikan strategi dan ukur hasil
Setelah strategi dirancang, langkah selanjutnya adalah implementasi yang konsisten dan penilaian hasil secara berkala. Pastikan untuk terus meninjau proses dan mengukur kemajuan terhadap tujuan yang ditetapkan. Jika memungkinkan, bermitra dengan organisasi lain yang memiliki misi serupa untuk mempercepat kemajuan dan meningkatkan kredibilitas.
Bisnis Berkelanjutan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Dengan mengikuti empat langkah sederhana ini, organisasi dapat membangun bisnis yang lebih berkelanjutan. Perjalanan menuju keberlanjutan adalah proses jangka panjang yang membutuhkan komitmen dan adaptasi berkelanjutan.
Namun, dengan tujuan yang jelas, misi yang kuat, dan strategi yang terukur, bisnis dapat mencapai dampak positif yang signifikan bagi lingkungan, masyarakat, dan kesuksesan jangka panjang mereka sendiri.
KOMENTAR