Setelah Satu Bulan Tanpa Alkohol
Berhenti mengonsumsi alkohol selama sebulan sering kali memberikan manfaat berupa pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana kebiasaan minum alkohol memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan seseorang.
"Ini bisa memberikan wawasan yang sangat berharga," kata Steven Tate, dokter spesialis kecanduan di Stanford University. Tate menjelaskan bahwa alkohol dapat menyebabkan atau memperburuk masalah kesehatan seperti gangguan tidur, depresi, atau kecemasan.
Konsumsi alkohol secara teratur juga bisa menjadi upaya untuk mengobati sendiri gangguan tidur atau suasana hati yang mendasarinya. Dengan berhenti minum alkohol selama sebulan, seseorang memiliki kesempatan untuk mengetahui apakah alkohol adalah penyebab atau sekadar menutupi masalah kesehatan yang ada.
Pengalaman Tate menunjukkan bahwa berhenti minum alkohol juga membantu seseorang memahami lebih baik hubungannya dengan alkohol, termasuk apakah konsumsi alkoholnya sudah di luar kendali.
"Kadang sulit menyadari ketika seseorang mulai kecanduan," kata Tate. "Batasan antara kebiasaan dan kecanduan sering kali tidak jelas, dan banyak orang tidak menyadarinya sampai mereka sudah melewatinya."
Mengubah Kebiasaan Minum
Salah satu kekhawatiran utama terkait upaya berhenti minum alkohol selama sebulan adalah apa yang terjadi setelah bulan tersebut berakhir. Ada kekhawatiran bahwa kebiasaan konsumsi alkohol seseorang bisa menjadi lebih ekstrem setelah mereka mulai minum lagi.
Namun, penelitian menunjukkan bahwa bagi sebagian peserta Dry January, berhenti minum alkohol dapat menyebabkan penurunan konsumsi di bulan-bulan berikutnya.
Dalam penelitian yang melibatkan 94 peminum sedang hingga berat yang berhenti minum alkohol selama sebulan, para peneliti menemukan bahwa enam bulan kemudian, peserta melaporkan konsumsi alkohol yang jauh lebih rendah dari sebelumnya. Pola konsumsi mereka rata-rata berada dalam kategori "risiko rendah" untuk masalah terkait alkohol.
Dalam survei lain yang melibatkan 857 orang dewasa Inggris yang mengikuti Dry January, peserta juga melaporkan penurunan konsumsi alkohol enam bulan setelah berhenti minum selama sebulan.
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alkohol yang konsisten lebih rendah dapat memberikan manfaat kesehatan yang signifikan, yang akan bertahan lama setelah bulan tersebut berakhir.
Mengingat kerusakan yang dapat ditimbulkan alkohol pada berbagai organ tubuh, terutama pada kadar alkohol darah yang tinggi, para ahli menekankan bahwa penurunan kebiasaan minum secara keseluruhan dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang yang besar.
"Jika Anda minum lebih sedikit, risiko Anda untuk mengalami kerusakan akibat alkohol juga lebih rendah," kata Mintz.
Source | : | National Geographic |
Penulis | : | Ricky Jenihansen |
Editor | : | Ade S |
KOMENTAR