Dunia Hewan: 'Pemujaan' Hewan Albino Bagaikan Menggali Kuburan Sendiri

By Muflika Nur Fuaddah, Selasa, 10 Desember 2024 | 10:00 WIB
Hewan albino
Hewan albino (wikimedia commons)

Albino pada manusia adalah sekelompok kelainan bawaan yang ditandai dengan sedikit atau tidak adanya produksi pigmen melanin, yang menentukan warna kulit, rambut, dan mata. Kondisi tersebut dikaitkan dengan sejumlah cacat penglihatan, seperti fotofobia, nistagmus, dan astigmatisme.

Prevalensi albino bervariasi di seluruh dunia, dengan tingkat yang lebih tinggi ditemukan di Afrika sub-Sahara dibandingkan dengan Eropa dan Amerika Utara.

Khususnya, albino pada manusia bukan hanya fenomena biologis tetapi juga memiliki implikasi budaya dan sosial. Individu dengan albino sering menghadapi stigma sosial, diskriminasi, atau bahkan kekerasan, terutama di beberapa wilayah Afrika, karena mitos dan takhayul yang berbahaya.

Dari sudut pandang ilmiah, mempelajari albino pada manusia memberikan wawasan berharga tentang genetika dan proses kompleks yang terlibat dalam produksi dan distribusi melanin.

Penelitian mengenai ini bertujuan untuk lebih memahami genetika albino, meningkatkan pilihan pengobatan untuk cacat penglihatan terkait, dan mengembangkan intervensi potensial yang dapat meningkatkan produksi melanin.

Terlepas dari tantangan yang dihadapi oleh individu dengan keadaan albino, kondisi unik mereka menyoroti kerumitan luar biasa dari biologi manusia.

Albino dalam dunia hewan merupakan contoh menarik tentang pengaruh kuat genetika pada penampilan fisik suatu organisme.

Meskipun hewan albino menghadapi tantangan untuk bertahan hidup, mereka tetap memikat dengan kecantikannya yang unik.

Keberadaan mereka merupakan pengingat akan keajaiban alam dan keanekaragaman kehidupan di Bumi. Mereka juga menggarisbawahi pentingnya penelitian dan upaya konservasi yang berkelanjutan untuk melindungi dan memahami makhluk luar biasa ini dengan lebih baik.