Selain bendera Freemasin yang tergantung di luar gedung, kuil ini sebagian besar tidak mencolok. Terletak di jalan ke-23, gedung besar ini menempati seluruh blok kota.
Dari jalan, Aula Masonik terlihat seperti bangunan biasa, dilapisi dengan jendela. Namun, pada malam hari, tidak ada lampu yang keluar dari jendela tersebut karena berupa fasad.
Freemason memblokir jendela di gedung ini untuk melindungi privasi mereka.
Baca Juga: Tujuh Perkara yang Mungkin Belum Anda Ketahui Tentang Fakta Freemason
Freemasonry berasal dari abad pertengahan dan dimulai sebagai organisasi sosial yang mirip dengan persuadaraan antar pria.
Selama bertahun-tahun, Freemason mendapatkan reputasi sebagai organisasi rahasia, yang mengarah ke teori konspirasi bahwa kelompok tersebut berada di balik banyak peristiwa sejarah terbesar di dunia.
Dilansir dari Insider, Organisasi itu menggunakan simbol dan citra untuk mengkomunikasikan ide-ide mereka - seperti segitiga besar yang berada di depan pintu masuknya.
Grand Lodge Room merupakan ruang pertemuan tiga lantai dan ruangan terbesar di gedung itu. Di bagian depan dan tengah ruangan, kita bisa melihat huruf besar "G" yang tergantung di dinding.
Itu merupakan singkatan dari Great Architect of the Universe yang diartikan sebagai Tuhan. Meskipun ia bukan sebuah agama dan tidak mempromosikan satu agama di atas yang lain, para anggotanya harus percaya pada yang lebih tinggi atau sebagai Arsitek Agung.
"G" juga berarti "geometri" karena organisasi itu lahir dari sains dan arsitektur. Kaum Mason percaya bahwa geometri adalah ilmu yang paling mulia dari semua ilmu.
Baca Juga: Mosaik Gedung Algemeene di Surabaya: Memecahkan Teka-Teki Jan Toorop
Source | : | insider |
Penulis | : | Fikri Muhammad |
Editor | : | Mahandis Yoanata Thamrin |
KOMENTAR