3. Peningkatan kesehatan jantung
Penyakit jantung masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia, sebuah fakta yang sangat memprihatinkan mengingat pada tahun 2020 saja, diperkirakan 19 juta jiwa melayang akibat penyakit ini.
Namun, perubahan pola makan dan gaya hidup telah diakui secara luas sebagai cara yang sangat efektif untuk mengurangi risiko penyakit jantung.
Menariknya, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa mengintegrasikan praktik puasa ke dalam rutinitas harian kita dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi kesehatan jantung.
Sebagai contoh, sebuah tinjauan terpercaya telah mengungkap bahwa puasa selang-seling memiliki potensi untuk menurunkan kadar kolesterol total dan memperbaiki beberapa faktor risiko penyakit jantung, terutama pada individu yang mengalami kelebihan berat badan, jika dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak berpuasa.
Lebih lanjut, tinjauan terpercaya lainnya menguatkan temuan ini dengan menunjukkan bahwa puasa selang-seling secara signifikan mampu menurunkan tekanan darah, serta kadar trigliserida dalam darah, kolesterol total, dan kolesterol LDL yang sering disebut sebagai kolesterol "jahat".
4. Dukungan untuk fungsi otak
Meskipun penelitian mengenai topik ini pada manusia masih memerlukan pendalaman lebih lanjut, berbagai studi pada hewan telah mengungkap bahwa puasa memiliki potensi yang signifikan dalam menjaga kesehatan otak.
Penelitian-penelitian tersebut, termasuk studi dari tahun 2018 dan 2021 pada hewan, telah melaporkan temuan yang menggembirakan bahwa praktik puasa dapat memberikan perlindungan terhadap kesehatan otak.
Lebih dari itu, puasa juga terbukti mampu meningkatkan generasi sel-sel saraf yang baru. Peningkatan generasi sel saraf ini diyakini menjadi kunci dalam meningkatkan fungsi kognitif otak secara keseluruhan.
Baca Juga: Sejarah Islam: Perang dan Pertempuran yang Terjadi Selama Ramadan
KOMENTAR