Temuan ini semakin memperkuat dugaan bahwa puasa dapat memengaruhi jalur biologis yang terkait dengan penuaan dan umur panjang.
Meskipun hasil-hasil penelitian ini sangat menjanjikan, penting untuk ditekankan bahwa penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Para ilmuwan masih terus berupaya untuk memahami secara lebih mendalam bagaimana mekanisme puasa dapat memengaruhi umur panjang dan proses penuaan pada manusia.
Selain itu, penelitian di masa depan juga diperlukan untuk menentukan rencana puasa seperti apa yang paling efektif untuk tujuan ini, serta bagaimana rencana tersebut dapat diterapkan secara aman dan berkelanjutan dalam jangka panjang.
8. Dukungan dalam pencegahan kanker
Berdasarkan tinjauan yang diterbitkan dalam jurnal terkemuka, American Cancer Society Journal, praktik puasa intermiten menunjukkan potensi sebagai metode yang bermanfaat dalam pencegahan dan pengobatan kanker, meskipun implementasinya masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Tinjauan tersebut mengungkapkan bahwa puasa intermiten berpotensi untuk menghambat pertumbuhan tumor pada pasien kanker.
Selain itu, praktik ini juga diperkirakan dapat mengurangi tingkat toksisitas yang disebabkan oleh kemoterapi pada sebagian pasien yang menjalani pengobatan kanker.
Walaupun demikian, para peneliti yang melakukan kajian ini menekankan pentingnya dilakukan uji klinis lebih lanjut dengan kualitas yang tinggi untuk memvalidasi temuan-temuan awal ini.
Mereka merekomendasikan bahwa individu yang sedang menjalani pengobatan kanker dan berminat untuk melakukan puasa intermiten sebaiknya hanya melakukannya sebagai bagian dari protokol uji klinis yang terstruktur.
Hal ini dikarenakan puasa intermiten berpotensi menimbulkan efek negatif pada kondisi dan jenis kanker tertentu.
Selain tinjauan tersebut, terdapat studi lain yang menggunakan model penelitian in vitro (tabung reaksi) dan in vivo (hewan) yang juga menunjukkan hasil yang menjanjikan.
Studi-studi ini mengindikasikan bahwa puasa memiliki kemampuan untuk memperlambat perkembangan tumor dan bahkan meningkatkan efektivitas dari terapi kemoterapi.
Secara keseluruhan, temuan-temuan ini memberikan harapan baru dalam pendekatan terhadap pencegahan dan pengobatan kanker.
Meskipun demikian, perlu ditegaskan bahwa penelitian tambahan masih sangat diperlukan, terutama penelitian yang secara spesifik mengamati bagaimana puasa intermiten dapat mempengaruhi perkembangan kanker dan efektivitas pengobatannya pada manusia.
KOMENTAR