Kelahiran jalur kereta api nan fenomenal
Saat ini, jalur kereta api dirayakan sebagai simbol modernitas dan persatuan. Namun selama pembangunannya, jalur tersebut dipenuhi kontroversi.
Jalur kereta api Iran terbentuk jauh lebih lambat dibandingkan dengan negara-negara tetangganya di Kekaisaran Ottoman, India Britania, dan Mesir. “Negara-negara tersebut memiliki jaringan kereta api pada paruh kedua abad ke-19,” ungkap Mikiya Koyagi, asisten profesor di University of Texas Austin.
Mengapa Iran lebih lambat dalam membuat jalur kereta api? Iran terjebak di antara dua kekuatan kekaisaran yang bersaing untuk mendapatkan pengaruh militer dan komersial di kawasan tersebut. “Kekaisaran Rusia, yang berekspansi ke Kaukasus, dan Kerajaan Inggris, yang menguasai India,” tambah Paley.
Setiap kali ada proyek yang diusulkan Rusia untuk membangun rel kereta api di Iran, ada penentangan Inggris. Dan ketika ada rencana Inggris, ada penentangan Rusia,” kata Koyagi.
Hal itu berubah pada tahun 1925 ketika Kekaisaran Qajar Iran runtuh. Negara Pahlavi yang baru ingin membangun infrastruktur negara dan memperluas perdagangan tanpa bergantung pada kekuatan asing. Mereka mendanai seluruh rel kereta api di dalam negeri dengan mengenakan pajak tinggi pada gula dan teh. Serta mengambil pinjaman bank domestik.
Perusahaan Denmark Kampsax memimpin proyek jalur kereta api. Dan lebih dari 40 perusahaan dari beberapa negara terlibat dalam pembangunan.
“Itu adalah keputusan yang cukup disengaja agar tidak memberikan terlalu banyak kekuasaan kepada satu negara tertentu,” jelas Koyagi.
Mereka juga merencanakan rute di sekitar kepentingan nasional untuk mengoptimalkan perdagangan dan akses militer Iran. Misalnya, jalur kereta api menghubungkan perairan utama di utara dan selatan. Di sana, barang-barang Iran dapat diekspor dengan lebih mudah. Jalur kereta api juga memberi akses militer negara ke bagian-bagian negara yang sulit dikendalikan. Wilayah tersebut sebelumnya terisolasi oleh pegunungan terjal dan gurun yang tidak ramah.
Ada upaya untuk mencegah campur tangan asing ini. Meskipun demikian, pasukan Sekutu menyerbu Iran pada tahun 1941. Sekutu memanfaatkan jalur kereta api untuk mengangkut personel dan barang militer selama Perang Dunia II.
“Tidak banyak lalu lintas sebelum pendudukan Sekutu. Namun ketika mereka datang, mereka perlu mengangkut lebih banyak lagi,” kata Koyagi. “Mereka memperluas fasilitas pelabuhan, jalan raya, dan jalur kereta api. Serta mulai mengimpor mesin diesel alih-alih lokomotif uap,” kata Koyagi.
Baca Juga: Selat Hormuz: Jalur Perairan Sempit yang Jadi Sumber Ketegangan Iran
Source | : | National Geographic |
Penulis | : | Sysilia Tanhati |
Editor | : | Ade S |
KOMENTAR