Tuan rumah dari Soebang, PW. Hofland muncul dari sisi lain bersama rombongan wanita. Muncul memimpin arak-arakan untuk masuk menuju aula perjamuan yang sangat luas. Sebuah ruangan yang dapat menampung sekitar lima ratus tamu, menjadi tempat yang ideal untuk perayaan sedekah-boemi.
Atap yang tinggi ditopang oleh dua baris ganda pilar kayu persegi bercat putih cerah, yang semuanya dihiasi dari atas ke bawah dengan untaian bunga hijau waring.
Pagar spanduk telah ditempatkan di sekeliling gudang, dengan bendera-bendera yang dicat dengan warna paling cerah berkibar. Warna bendera Belanda digunakan di mana-mana pada tirai dan terutama di pintu masuk ruang perjamuan.
Orkes gamelan mengumumkan bahwa arak-arakan pesta telah masuk ke dalam ruang perjamuan. Bangunan itu mulai dipenuhi sesak tamu dari semua sisi. Acara dipimpin oleh Tuan Tanah, PW Hofland yang membuka pidatonya dengan Melayu.
Tuan Hofland mengungkapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para pejabat daerah, pendeta, hingga seluruh loerah atas pelayanan yang baik yang diberikan untuk Tanah Pamanoekan dan Tjassem.
Bahkan, dari beberapa pidato yang dicatat ten Brink, Hofland menyebut bahwa kebahagiaan rakyat jelata Soebang merupakan satu-satunya syarat agar suatu wilayah dapat maju dan sejahtera.
Gemuruh sorak-sorai dan tepuk tangan meriah terdengar dari ratusan orang di akhir pidato. Setelahnya, penampilan kebudayaan khas Soebang dan Sunda ditampilkan dalam ruang perjamuan untuk memeriahkan pesta rakyat sedekah-boemi.
Source | : | Digitale Bibliotheek voor de Nederlandse Letteren (DNBL) |
Penulis | : | Galih Pranata |
Editor | : | Ade S |
KOMENTAR