“Bersama KPH Wilayah V Aceh, kami melakukan pendekatan kepada masyarakat agar tidak merusak hutan lindung. Mereka setuju dan siap membantu program restorasi dengan harapan bisa menanam tanaman semusim di antara pohon hutan,” ujarnya.
Bambang Waluyo, Asisten III Pemerintahan Kabupaten Gayo Lues mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan untuk mengembalikan hutan adalah dengan pembuatan zonasi. Sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak bertani di dalam kawasan hutan lindung juga dilakukan.
“Kami dukung program restorasi yang dilakukan YOSL – OIC. Pemerintah Gayo Lues akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat yang melakukan pembukaan lahan berhenti. Intinya, penyadartahuan akan kami kedepankan,” tambahnya.
Source | : | mongabay.co.id |
Penulis | : | Nesa Alicia |
Editor | : | Gregorius Bhisma Adinaya |
KOMENTAR