Berbagai teori telah diajukan untuk menjelaskan bagaimana serigala liar yang gagah dapat berevolusi menjadi anjing peliharaan kecil seperti chihuahua.
Peran Seleksi Buatan dalam Domestikasi
Selama 15.000 tahun terakhir, terdapat bukti kuat bahwa manusia telah melakukan seleksi buatan terhadap anjing.
“Dalam kurun waktu ini, manusia mulai memilih sifat-sifat tertentu pada anjing, alih-alih membiarkan evolusi berjalan secara alami,” kata Alex Capaldi, seorang ahli ekologi teoretis dari James Madison University di Virginia.
Namun, apa yang terjadi dalam 15.000 tahun sebelumnya masih menjadi misteri.
Mungkin, manusia purba secara sadar telah membiakkan serigala yang lebih jinak untuk membantu berburu. Tetapi, beberapa ilmuwan skeptis terhadap teori ini.
Kathryn Lord, ahli biologi evolusi dari University of Massachusetts Chan Medical School, berpendapat bahwa kecil kemungkinan para pemburu purba bekerja sama dengan predator yang lebih mungkin melihat mereka sebagai pesaing ketimbang rekan berburu.
Teori lain menyebutkan bahwa manusia mungkin hanya melakukan apa yang telah mereka lakukan selama ribuan tahun: membawa pulang anak hewan yang menggemaskan.
Hipotesis "adopsi anak serigala" ini menyatakan bahwa serigala yang lebih jinak mungkin telah dipelihara sejak kecil, menciptakan populasi yang terisolasi dan berkembang biak di antara mereka sendiri, sehingga mempercepat proses seleksi buatan.
Hipotesis "Domestikasi Diri Sendiri"
Namun, bagaimana jika justru serigala sendiri yang memilih untuk hidup dekat dengan manusia?
Baca Juga: Sains: Bagaimana Warna Biru Bluberi Jadi Simbol Evolusi yang Cerdas?
Source | : | National Geographic |
Penulis | : | Ricky Jenihansen |
Editor | : | Ade S |
KOMENTAR