Lantas, apa yang sebenarnya terjadi pada ingatan-ingatan paling awal yang hilang? Bagaimana sains menjawab pertanyaan tersebut?
Turk-Browne yakin ada beberapa kemungkinan penjelasan, termasuk teori bahwa ingatan-ingatan itu tidak pernah sampai ke daerah penyimpanan jangka panjang di otak.
Namun, penulis utama studi tersebut berpikir alasan lain lebih mungkin: Kenangan-ingatan itu tetap terkode di otak kita, tetapi kita tidak dapat mengaksesnya. Itulah yang ingin ditelusuri oleh tim di masa mendatang.
"Kami berupaya melacak ketahanan memori hipokampus sepanjang masa kanak-kanak dan bahkan mulai mempertimbangkan kemungkinan radikal, hampir seperti fiksi ilmiah, bahwa memori tersebut dapat bertahan dalam beberapa bentuk hingga dewasa, meskipun tidak dapat diakses," kata Turk-Browne.
Baca Juga: Kisah Tragis Mumi Mesir Kuno Tewas Saat Remaja dan Hamil Bayi Kembar
Penulis | : | Tatik Ariyani |
Editor | : | Ade S |
KOMENTAR