Hasilnya menunjukkan bahwa bayi tampak lebih mungkin mengingat suatu gambar jika hipokampus lebih aktif selama pengalaman pertama dengan gambar tersebut. Mereka juga memeriksa isyarat fisik bayi untuk konfirmasi lebih lanjut.
Mengutip Popular Science, Turk-Browne mengatakan, "Ketika bayi melihat suatu benda sekali sebelumnya, kita berharap mereka akan lebih sering menatapnya saat melihatnya lagi."
Menurutnya, jika bayi lebih sering menatap gambar yang pernah dilihat sebelumnya dibandingkan gambar yang baru dilihatnya di sebelahnya, itu dapat diartikan bahwa bayi tersebut mengenalinya sebagai sesuatu yang familier.
Perilaku bayi sesuai dengan hasil pemindaian fMRI mereka. Hipokampus yang lebih aktif saat pertama kali melihat gambar berarti bayi akan melihatnya lebih lama saat melihatnya lagi nanti.
Sementara itu, bagian posterior hipokampus yang menyala adalah wilayah yang sama yang dikaitkan dengan bank memori episodik orang dewasa.
Bukti terkuat datang dari bayi yang berusia 12 bulan atau lebih, yang menunjukkan garis waktu tentang bagaimana otak berkembang dalam beberapa tahun pertama ini.
Penelitian sebelumnya oleh tim Turk-Browne telah mengungkap bahwa bayi menunjukkan pembelajaran statistik bahkan lebih awal—sekitar usia tiga bulan.
Jika memori episodik memiliki kekhususan, pembelajaran statistik berhubungan dengan konsep yang lebih holistik, seperti memahami seperti apa bentuk sebuah bangunan atau tradisi apa yang dirayakan pada hari libur tertentu. Masing-masing juga bergantung pada jalur saraf yang terpisah di hipokampus.
Dikombinasikan dengan temuan terbaru mereka, para peneliti lebih memahami perkembangan dari pembentukan pembelajaran statistik bayi yang lebih awal hingga perkembangan memori episodik. Menurut Turk-Browne, hal ini sangat masuk akal.
Dia mengatakan bahwa pembelajaran statistik adalah tentang mengekstraksi struktur di dunia sekitar kita. Ini penting untuk pengembangan bahasa, penglihatan, konsep, dan banyak lagi.
Jadi, dapat dipahami mengapa pembelajaran statistik dapat berperan lebih awal daripada memori episodik.
Baca Juga: Eugenika Jadi Kebijakan Membunuh Bayi Cacat dalam Sejarah Sparta
Penulis | : | Tatik Ariyani |
Editor | : | Ade S |
KOMENTAR