Nationalgeographic.co.id—Pada hari yang cerah dan tak berawan, ratusan keluarga Muslim berkumpul di Three-Anchor Bay di Sea Point, Cape Town, untuk berbuka puasa dan melihat bulan baru. Penampakan bulan sabit akan menandai berakhirnya Ramadan.
Banyak orang yang tidak tahu hal ini, namun Cape Town memiliki komunitas Muslim yang berkembang pesat. Hal ini menjadikan Cape Town sebagai tempat yang tepat untuk menghabiskan bulan Ramadan.
Tradisi unik mengawali dan mengakhiri Ramadan
Namun mengapa banyak orang berkumpul di Three Anchor Bay? Hal ini berkaitan dengan tradisi unik mengamati bulan sebelum memulai dan mengakhiri Ramadan.
Pengamatan bulan baru pada Idulfitri merupakan tradisi lokal yang unik. Para maankyker atau pengamat bulan pergi ke titik-titik strategis untuk mengamati bulan baru dengan mata telanjang.
Pengumuman resmi mengenai penampakan bulan dan dimulainya Ramadan dilakukan setelah salat Magrib oleh Muslim Judicial Council (MJC) di Cape Town. Masyarakat menunggu pengumuman ini karena menandai dimulainya bulan suci puasa dan refleksi spiritual.
Mengamati bulan dengan mata telanjang
Daerah lain tempat pengamatan dilakukan adalah Signal Hill, Bakoven, dan Stellenbosch. Acara ini diselenggarakan oleh The Crescent Observers Society, sebuah organisasi yang memulai tradisi pengamatan bulan pada tahun 1945.
Selama lebih dari 70 tahun, para maankyker berdiri di tempat yang sama, memusatkan pandangan mereka ke bintang tetap di cakrawala, sebelum mengamati langit di sekitarnya.
“Lihat dengan mata telanjang,” kata Imam Yusuf Pandy kepada Sumayya Ismail di laman Al Jazeera. “Tidak dengan teleskop, tetapi harus dengan mata,” kata anggota aktif tertua dan terlama dalam kelompok tersebut.
Di Arab Saudi dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya, pengamat bulan sering kali menggunakan bantuan teleskop. Mereka memberikan kesaksian penting kepada otoritas berwenang yang kemudian mengumumkan tanggalnya.
Baca Juga: 4 Alasan Anda Perlu Makan Kurma Selama Bulan Ramadan Menurut Sains
Source | : | Al Jazeera |
Penulis | : | Sysilia Tanhati |
Editor | : | Ade S |
KOMENTAR