Ketika sedang jatuh cinta, hal itu juga membawa dampak pada tubuh:
1. Gairah yang meningkat
Jatuh cinta dapat membuat Anda merasa penuh nafsu.
Androgen, sekelompok hormon yang meliputi testosteron, meningkatkan hasrat Anda untuk berhubungan intim dengan pasangan yang Anda cintai.
Berhubungan intim juga meningkatkan produksi hormon ini, yang dapat menyebabkan siklus yang juga diperkuat oleh pelepasan oksitosin dan dopamin.
2. Kesehatan fisik meningkat
Cinta yang berkembang menjadi hubungan yang berkomitmen dapat memberikan dampak positif pada kesehatan secara keseluruhan.
Beberapa manfaatnya antara lain: penurunan risiko penyakit jantung, tekanan darah rendah, peningkatan kekebalan tubuh, hingga pemulihan lebih cepat dari sakit.
3. Umur lebih panjang
Hubungan yang penuh kasih dapat membantu Anda berumur lebih panjang.
Penelitian dari tahun 2011 meninjau 95 artikel yang membandingkan angka kematian orang lajang dengan angka kematian orang yang menikah atau tinggal bersama pasangan.
Penulis tinjauan menemukan bukti yang menunjukkan bahwa orang lajang memiliki risiko kematian dini yang jauh lebih tinggi, yakni 24 persen, menurut beberapa penelitian yang mereka tinjau.
4. Pereda nyeri
Memikirkan seseorang yang Anda cintai mungkin dapat meningkatkan suasana hati dan bahkan memberikan sedikit sedikit kekuatan saat Anda sedang merasa tidak enak badan.
Efek ini tidak hanya ada dalam imajinasi Anda, menurut sebuah penelitian kecil tahun 2010.
Studi ini mengamati 15 orang dewasa yang menjalin hubungan romantis dalam kurun waktu 9 bulan terakhir.
Para peserta mengalami nyeri termal tingkat sedang hingga tinggi saat melakukan beberapa tugas untuk mengalihkan perhatian mereka.
Mereka melaporkan bahwa rasa sakit mereka berkurang saat menyelesaikan tugas pengalih perhatian dan saat melihat foto pasangannya.
Baca Juga: Bersepeda ke Kantor Buat Kita Lebih Jarang Sakit, Ini Penjelasan Ilmiahnya
Penulis | : | Tatik Ariyani |
Editor | : | Utomo Priyambodo |
KOMENTAR