“Meskipun Anda dapat mencapai situs tersebut menggunakan jalan setapak, situs tersebut tertutup oleh pepohonan,” tambahnya.
“Hingga baru-baru ini, tidak ada cara bagi siapa pun untuk menemukan seluruh situs tersebut tanpa menghabiskan waktu bertahun-tahun di lapangan untuk berjalan dan mencari. Kami dapat melakukannya dalam waktu dua jam dengan menggunakan peralatan penginderaan jarak jauh dan pemindaian dari pesawat,” tegas Ramón Celis.
Membentang seluas 360 hektar, kota ini berisi lebih dari 1.100 bangunan, tembok pertahanan sepanjang empat kilometer, jaringan jalan yang luas, dan tata letak kota yang tertata rapi yang menampilkan kuil, ruang komunal seperti lapangan bola, dan lingkungan yang berbeda untuk kaum elit dan rakyat jelata.
Lapangan bola dibangun di Mesoamerika untuk tujuan melakukan permainan bola ritual, dan mewakili dunia bawah dan kesuburan, karena lapangan bola merupakan cara untuk berhubungan dengan leluhur dan benih tumbuh di bawah tanah, tempat dunia bawah berada.
Dengan menganalisis data yang dihasilkan oleh pemindaian dan menggunakan laboratorium Geo Analitik di McGill, Ramón Celis telah mampu memetakan ukuran dan tata letak bangunan yang tersisa dan menyimpulkan penggunaannya berdasarkan artefak yang ditemukan di lokasi tersebut.
“Karena kota ini sebenarnya baru berusia antara 500 dan 600 tahun, kota ini sangat terpelihara dengan baik, sehingga Anda dapat berjalan di sana di tengah hutan, dan Anda akan menemukan bahwa rumah-rumah masih berdiri... Anda dapat melihat pintu-pintu... lorong-lorong... pagar-pagar yang memisahkannya dari rumah-rumah lain,” tutur Ramón Celis.
“Jadi, mudah untuk mengidentifikasi tanah perumahan. Kota ini seperti membeku dalam waktu, sebelum transformasi budaya mendalam apa pun yang dibawa oleh kedatangan Spanyol terjadi.”
Source | : | SciTechDaily,Worldhistory.org |
Penulis | : | Wawan Setiawan |
Editor | : | Utomo Priyambodo |
KOMENTAR