Tagar #IndonesiaGelap, yang mencerminkan keresahan publik terhadap situasi sosial-politik saat ini, menggarisbawahi pentingnya partisipasi masyarakat dalam mengawal kebijakan negara.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan, sonic/panic Jakarta juga menerapkan praktik ramah lingkungan dalam penyelenggaraannya.
Acara ini menyediakan water refill station untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai, memastikan tidak ada produk dengan kemasan plastik sekali pakai, serta menyajikan makanan dan minuman untuk musisi dan panitia dalam wadah yang dapat didaur ulang dengan peralatan makan dan gelas yang dapat digunakan kembali.
Bahkan, gelang panitia dibuat dari kain perca daur ulang sebagai bentuk pengurangan limbah. Upaya ini menjadi contoh nyata bahwa industri musik dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan.
sonic/panic Jakarta juga menjadi ajang untuk memperkenalkan lagu-lagu dari album sonic/panic dan sonic/panic Vol. 2 kepada audiens yang lebih luas. Sebelumnya, album-album ini telah diluncurkan melalui IKLIM Fest yang diadakan di Bali pada tahun 2023 dan 2024, serta roadshow di Yogyakarta dan Malang.
Album sonic/panic sendiri merupakan kompilasi musik multi-genre yang menghadirkan beragam suara dengan satu pesan utama: seruan mendesak untuk aksi iklim.
Album kompilasi sonic/panic dan sonic/panic Vol.2 telah melibatkan 28 musisi dari berbagai genre, menyuarakan keprihatinan dan harapan mereka terhadap masa depan bumi. Dengan energi yang terbangun di Jakarta, inisiatif IKLIM akan terus bergerak, menjadikan musik sebagai alat perlawanan yang berkelanjutan.
Pesan-pesan dari album sonic/panic dan sonic/panic Vol. 2 dapat didengarkan di seluruh platform musik digital.
KOMENTAR